ALKITAB

Lembaga Alkitab Indonesia selalu mendukung kebutuhan rohani anda, termasuk di dalam pembacaan Alkitab digital maupun harian. Mari bersama menumbuhkan iman kita kepada Tuhan.

Kehidupan Mungkin Terasa Begitu Berat. Tetapi Hikmat Allah Membantu Kita Menentukan Arah

Kehidupan Mungkin Terasa Begitu Berat. Tetapi Hikmat Allah Membantu Kita Menentukan Arah

Ayub 32:1-22, 33:1-33,TB

Menyandarkan kehidupan pada hikmat Tuhan

Hikmat dalam Alkitab bukan hanya berbicara soal keadaan pikiran dan sikap hati, melainkan sebuah kebijaksanaan serta kemampuan membedakan hal baik dan salah yang bersumber dari Allah semata. Hikmat selalu diasosiasikan dengan kemelekatan antara Allah dengan umat-Nya. Oleh karenanya dalam menjalani kehidupan sesungguhnya manusia tidak dapat lepas dari hikmat Tuhan yang menuntun dan memberdayakan tersebut.

Kitab Ayub sesungguhnya tidak hanya berisi mengenai kisah penderitaan Ayub, melainkan juga lika-liku argumentasi mengenai asal muasal serta cara berjuang dalam penderitaan dan pada sisi yang lain pertanyaan akan hubungan antara kedaulatan Tuhan, keberdosaan manusia, serta penderitaan yang terjadi. Pertanyaan-pertanyaan itu hanya dapat direnungkan dalam terang hikmat Tuhan semata. Ketiga sahabat Ayub dikisahkan bersikukuh berpendapat bahwasanya Ayub-lah yang menyebabkan penderitaan itu terjadi. Ayub berdosa dan layak mendapat hukuman Tuhan. Sementara Ayub bersikeras bahwa ia telah hidup benar dihadapannya. Perdebatan itu tanpa ujung bahwa ketiga sahabatnya-pun dengan sinis mengungkapkan bahwa hanya Tuhan sajalah yang dapat mengalahkan Ayub (ayat 13). 

Elihu kemudian tampil menjadi penengah dan mengingatkan bahwa dasar dari hikmat untuk menilai segenap situasi hanyalah Allah semata. Allah dalam anugerah-Nya memberikan hikmat kepada orang yang dipilih-Nya (ayat 8). Disinilah Elihu merasa bahwa dirinyalah yang meiliki hikmat, namun dalam pasal berikutnya rupanya nampak argumentasi Elihu hanyalah salah satu cara agar ia ‘nampak’ berhikmat. Meskipun demikian pokok penting dari penuturan Elihu ialah hikmat sejati yang sesungguhnya tidak bergantung pada pandangan manusia melainkan kebenaran (ayat 21-22). 

Satu hal yang bisa kita ambil dalam hidup kita lewat firman Tuhan pada saat ini ialah untuk selalu menyandarkan kehidupan pada hikmat Tuhan semata. Kehidupan boleh jadi terasa begitu berat, namun hikmat Allah membantu kita untuk memilih jalan kehidupan yang sungguh-sungguh dikehendaki-Nya.  

Salam Alkitab Untuk Semua