ALKITAB

Lembaga Alkitab Indonesia selalu mendukung kebutuhan rohani anda, termasuk di dalam pembacaan Alkitab digital maupun harian. Mari bersama menumbuhkan iman kita kepada Tuhan.

Bacaan & Renungan Harian Selasa, 6 Desember 2022

Bacaan & Renungan Harian Selasa, 6 Desember 2022

Kuasa Yang Besar dan Iman Yang Penuh

Lukas 1:32-38

Bagi Maria, momen perjumpaan antara dia dengan Gabriel adalah sesuatu yang terlalu besar untuk dia alami. Belum selesai sampai di situ, dia pun mendapatkan pesan yang terlalu besar untuk diterima untuk dia jalani. Intinya, kita dapat menyimpulkan bahwa seluruh pengalaman yang sedang dia dapatkan adalah rangkaian karya yang begitu rumit untuk dapat diterima secara akal dan dimaknai secara iman. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika Maria memberikan respons yang membutuhkan keteguhan. Maria merespons Gabriel dengan seruan, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi…?” 

Di tengah segala upaya Maria untuk memproses pengalaman dan berita besar itulah, Gabriel memberikan keteguhan bagi Maria agar dia semakin siap terlibat dalam karya yang sedang Tuhan kerjakan melalui dirinya. Gabriel membahas perihal tindakan yang Tuhan lakukan melalui Elisabet, saudaranya yang sudah terlalu tua dan tidak mungkin, menurut akal manusia, untuk mengandung serta melahirkan. Melalui semua respons tersebut, Gabriel memberikan sebuah pernyataan besar, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Sahabat Alkitab, pengalaman Maria dalam merespons Gabriel dan respons Gabriel kepada Maria telah membawa kita kepada sebuah permenungan bahwa karya Tuhan seringkali terlalu besar untuk dapat kita terima dan yakini. Meski demikian, kita perlu menyadari bahwa kuasa Tuhan terlalu besar untuk dibatasi oleh kemustahilan. Artinya, Tuhan dapat mengerjakan segala sesuatu yang Ia ingin lakukan melalui diri kita. Itulah sebabnya, kalimat ‘bagi Allah tidak ada yang mustahil’ merupakan sebuah seruan sekaligus undangan. Kalimat itu adalah seruan untuk menyadarkan setiap umat percaya tentang betapa besarnya kuasa Tuhan yang dapat terwujud dalam hidup dan melalui diri setiap umat-Nya. Kalimat itu pun menjadi undagan bagi setiap umat Tuhan untuk merespons kuasa Tuhan dalam kesungguhan iman yang berserah penuh kepada-Nya. Inilah yang Maria lakukan ketika ia menjawab Gabriel dengan pernyataan, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadila padaku menurut perkataanmu itu.”

Kita tidak dapat meminta penggenapan kuasa Tuhan terwujud dalam kehidupan ini, namun enggan untuk membangun iman yang teguh. Kuasa Tuhan memanglah sangat besar hingga tidak ada sedikit pun kemustahilan yang dapat merusaknya, namun hal ini pun perlu ditanggapi dengan kesungguhan iman yang berserah penuh kepada-Nya. Kuasa Tuhan tidak semestinya direspons dengan iman yang serba tanggung.