ALKITAB

Lembaga Alkitab Indonesia selalu mendukung kebutuhan rohani anda, termasuk di dalam pembacaan Alkitab digital maupun harian. Mari bersama menumbuhkan iman kita kepada Tuhan.

Bacaan Dan Renungan Harian Senin, 12 Februari 2024

Bacaan Dan Renungan Harian Senin, 12 Februari 2024

“Firman Tuhan Sebagai Pedoman Membangun Kehidupan”

Ulangan 32:44-47, TB2

 

Nasihat terakhir yang Musa sampaikan dengan didampingi oleh Yosua, sang penerus, kepada bangsa Israel ini sangatlah lugas dan tegas. Musa mengingatkan mereka tentang satu-satunya cara membangun kehidupan yang ideal sebagai umat Tuhan, yakni melalui firman Tuhan itu sendiri. Setiap perkataan, perintah dan panduan hidup yang telah Tuhan sampaikan melalui perantaraan Musa merupakan bagian esensial bagi orang Israel untuk membangun identitas, karakter dan masa depan mereka sebagai sebuah bangsa. Bahkan, kita dapat menarik kesimpulan dari perkataan Musa ini sendiri bahwa firman Tuhan adalah masa depan mereka. Dengan kata lain, mereka pun akan kehilangan masa depan sebagi umat Tuhan pada saat mereka meninggalkan firman-Nya. Itulah mengapa, Musa dan Yosua dengan begitu tegas mengingatkan orang Israel agar selalu mengingat, mengajarkan dan menjadikan firman Tuhan sebagai bagian nyata dari hidup keseharian mereka pada sepanjang masa.

Sahabat Alkitab, kita memang memiliki banyak pilihan untuk menjalani kehidupan, namun sungguh disayangkan ketika seseorang yang mengaku sebagai umat Tuhan, justru menjalani hidupnya secara asal dan tanpa pedoman. Kita tentu memiliki kesempatan untuk memilih cara yang mana yang ingin kita gunakan dan jadikan sebagai pedoman membangun hidup. Namun, nasihat dari Musa yang telah kita baca pada hari ini juga telah mengingatkan kita secara luas bahwa cara ideal untuk membangun kehidupan sebagai umat Tuhan adalah melalui firman-Nya yang tak akan pernah lekang oleh zaman dan selalu relevan di berbagai ruang kehidupan. Meski demikian, kita perlu merengkuhnya sebagai pilihan utama sehingga setiap proses pengadaptasian firman Tuhan ke dalam hidup keseharian kita pun terjadi dalam kerelaan, bukannya karena keterpaksaan.

Kita perlu memilih untuk menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman dan cara untuk menjalani kehidupan. Hal ini berarti kita menjalani setiap nilai dari pengajaran firman Tuhan secara rela, senang hati, tanpa keterpaksaan dan bukan dengan kesesakan dalam jiwa. Itulah mengapa kita juga perlu terus melibatkan diri dalam proses pendidikan firman Tuhan, sehingga cara berpikir dan sikap hati kita dapat terus bertumbuh untuk menghasilkan kematangan diri dalam mewujudkan nilai-nilai firman-Nya. Selain itu, kita juga memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan pendidikan firman Tuhan kepada generasi-generasi mendatang sehingga mereka pun tetap mendapatkan akses untuk mengalami cara terbaik dalam menjalani hidup sebagai umat Tuhan.