ALKITAB

Lembaga Alkitab Indonesia selalu mendukung kebutuhan rohani anda, termasuk di dalam pembacaan Alkitab digital maupun harian. Mari bersama menumbuhkan iman kita kepada Tuhan.

Melepas Dunia Untuk Kerajaan Allah

Melepas Dunia Untuk Kerajaan Allah

Matius 18:1-5, BIMK

 

Hampir setiap waktu kita diperhadapkan pada pilihan. Setiap pilihan sangatlah menentukan apa dan bagaimana arah hidup kita. Jika pilihan kita benar dan baik tentu arah hidup akan benar dan baik pula. Sebaliknya jikalau pilihan kita salah dan buruk maka arah hidup kita akan salah dan buruk pula.

Di sisi lain kita mengalami persoalan yakni kesulitan menentukan pilihan saat diperhadapkan pada dua hal yang sama-sama kita sukai. Sementara pilihan harus satu.

Perikop hari ini sebenarnya juga berisi tiga pilihan yang disampaikan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, sebagai jawaban atas pertanyaan mereka tentang : "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga ? Pilihan itu antara lain :

1. Bertobat atau tidak bertobat atau hidup dalam kekerasan hati karena dosa (ayat 3).

2. Merendahkan diri atau meninggikan diri atau sombong (ayat 4).

3. Menyambut atau menolak (ayat 5).

Konsekuensi pilihan serta arah kehidupan atas tiga pilihan itu juga sudah sangat jelas. 

Yang bertobat layak masuk kerajaan Allah, sebaliknya yang tidak bertobat tidak akan masuk Kerajaan Allah.

Yang merendahkan diri adalah yang terbesar di Kerajaan Allah, sebaliknya meninggikan diri bahkan tak layak di Kerajaan Allah.

Yang menyambut berarti menyambut Kristus, sebaliknya yang menolak  pasti menolak Kristus.

Sekarang tergantung apa pilihan kita?

Namun tentu Tuhan Yesus sangat merindukan agar pilihan kita benar dan tepat, yakni agar kita layak dalam Kerajaan-Nya. Persoalan baru muncul, maukah kita memilih melepas dunia untuk kehidupan di Kerajaan-Nya? 


Sejujurnya manusia seringkali masih mencintai dan terikat pada dunia. Kebesaran dalam konsep dunia masih terus menjadi godaan dan lupa akan kebesaran sejati.

Ingat dan renungkanlah bahwa kebesaran sejati itu bukanlah semata-mata perkara kedudukan, jabatan, kepemimpinan, kuasa, pengaruh, gelar pendidikan, ketenaran, kemampuan, prestasi dan prestise atau keberhasilan yang besar, melainkan kebesaran atau besar dalam hal-hal yang benar, yakni menjadi besar dalam iman, kerendahan hati, watak yang saleh, hikmat, penguasaan diri, kesabaran dan kasih yang sepenuh hati serta penyerahan diri kepada Allah. Itu berarti memiliki kebesaran Kristus yang mencintai keadilan dan membenci kefasikan.

Supaya menjadi yang terbesar dalam arti kebesaran sejati di kerajaan-Nya, maka jangan lagi terikat pada kebesaran dunia. Pilihlah untuk melepaskan dunia demi kerajaan-Nya. Amin. 

Salam Alkitab Untuk Semua