TENTANG KAMI

Lembaga Alkitab Indonesia bekerja sama dengan semua gereja di Indonesia, dalam hal ini adalah Gereja Kristen dan Gereja Katolik. Oleh sebab itu Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tidak mengandung catatan dan atau tafsiran dari suatu gereja atau golongan tertentu.

Mandat LAI

Lembaga Alkitab Indonesia

Untuk menjalankan misi dan mencapai visi tersebut di atas, LAI menjalankan kegiatan yang dirumuskan dalam 6 (enam) Mandat sebagai berikut:

Penerjemahan

Lembaga Alkitab Indonesia

Pekerjaan penerjemahan Alkitab di Indonesia sudah berlangsung sejak abad ke-17, ketika seorang pedagang bernama Albert C. Ruyl menerjemahkan Injil Matius ke dalam Bahasa Melayu, dan terbit pada 1629. Sejak saat itu penerjemahan Alkitab terus bergulir, sampai dengan LAI berdiri pada 1954.

    Per Januari 2020, LAI telah menerbitkan:
  • Alkitab lengkap dalam: 34 bahasa daerah,
  • Testamen (PL/PB): 108 bahasa
  • Portion (bagian Alkitab): 97 bahasa

Dalam menjalankan mandat penerjemahan, LAI tidak pernah bekerja sendiri tetap selalu bekerja sama dengan mitra-mitranya yaitu gereja dan lembaga/ organisasi Kristiani. Para mitra inilah yang menginformasikan kebutuhan di lapangan akan teks Kitab Suci dalam bahasa daerah tertentu, informasi tersebut akan dipelajari oleh LAI sebelum akhirnya diambil keputusan untuk memulai pekerjaan penerjemahan.

Dalam menerjemahkan ada dua sikap setia yang dipegang teguh oleh LAI, yaitu pertama, setia terhadap makna teks Alkitab dalam Bahasa sumbernya (Ibrani, Aram, dan Yunani), dan kedua, setia terhadap kewajaran bahasa penerima. Sebuah teks dianalisis maknanya, lalu dituangkan ke dalam bahasa penerima dengan memakai pola yang wajar dalam Bahasa tersebut.

Produksi

Lembaga Alkitab Indonesia

    LAI memproduksi dan menerbitkan Alkitab dan bagian-bagiannya, dalam beragam media, yaitu:
  1. Alkitab cetak,
  2. Alkitab non-cetak, antara lain: Alkitab elektronik, Alkitab Digital, Audio, dan Video,
  3. Alkitab dengan huruf Braille.

Penyebaran

Lembaga Alkitab Indonesia

    Menyebarkan Alkitab dan Bagian-bagiannya ke seluruh pelosok Nusantara, melalui berbagai saluran distirbusi, yaitu:
  1. Penyebaran secara komersial, melalui Penyalur Utama LAI dan Toko-toko Buku baik offline maupun online.
  2. Penyebaran secara cuma-cuma, melalui program Satu Dalam Kasih yang ditujukan khusus untuk umat Kristiani yang belum memiliki Alkitab karena keberadaannya di daerah terpencil yang belum terjangkau LAI, dan/atau yang kemampuan ekonominya terbatas

Pelibatan (Engagement)

Lembaga Alkitab Indonesia

Bible Engagement (pelibatan Alkitab), yaitu upaya menjadikan Alkitab sebagai pedoman hidup umat melalui berbagai program literasi, pendidikan, lokakarya dan pendampingan umat kristiani.

Advokasi

Lembaga Alkitab Indonesia

Melalui advokasi Alkitab, lembaga Alkitab berjuang menciptakan cara-cara baru agar Firman Tuhan dapat menjadi dasar dalam sendi-sendi kehidupan dan peradaban manusia, sesuai konteks waktu dan budaya setempat yang khas.

Advokasi

Lembaga Alkitab Indonesia

Melalui advokasi Alkitab, lembaga Alkitab berjuang menciptakan cara-cara baru agar Firman Tuhan dapat menjadi dasar dalam sendi-sendi kehidupan dan peradaban manusia, sesuai konteks waktu dan budaya setempat yang khas.

Kesaksian dan Pelayanan (Ministry)

Lembaga Alkitab Indonesia

Bible Ministry (Pelayanan dan Kesaksian Alkitab), yaitu LAI bersama-sama dengan gereja-gereja dan lembaga-lembaga Kristiani menyebarluaskan Firman Allah sebagai Kabar Baik, untuk menjangkau umat dan pribadi-pribadi yang belum mengenal Kristus.