Melalui program "BENIH 1000", anak-anak SMPN 7 Tarakan diajak berbagi kasih secara sukarela untuk menghadirkan Kitab Suci bagi saudara-saudara mereka di pelosok Nusantara.
TARAKAN — Suasana khidmat dan penuh antusiasme mewarnai kegiatan Pelayanan firman Tuhan di SMP Negeri 7 Tarakan pada Rabu, 12 Agustsus 2026 yang lalu. Dalam kesempatan tersebut, Kelompok Kerja Penggalangan Dana (KKPD) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Mitra Tarakan hadir memperkenalkan program khusus bertajuk BENIH 1000 kepada para siswa-siswi Kristiani di sekolah tersebut.
Kegiatan yang dirancang untuk membangun kecintaan anak-anak kepada firman Tuhan sekaligus membangun kepedulian sosial ini dibawakan oleh Kezia Natali, anggota KKPD LAI Mitra Tarakan yang sekaligus melayani sebagai Koordinator Anak dan Remaja Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Kota Tarakan. Selain memberitakan firman Tuhan, kunjungan dari KKPD bertujuan untuk memperkenalkan visi misi pelayanan LAI serta mengajak generasi muda berpartisipasi aktif sebagai mitra pelayanan LAI sejak usia dini.
Terharu Melihat Perjuangan Pelayanan Pelosok
Salah satu momen yang paling menarik perhatian para siswa adalah saat penayangan video pelayanan LAI menyebarkan Alkitab ke pedalaman lewat program Satu Dalam Kasih. Video tersebut memperlihatkan bagaimana tantangan berat yang harus ditempuh para pelayan Tuhan dalam menyebarkan dan menghadirkan Alkitab hingga ke sudut-sudut pelosok Indonesia yang sulit dijangkau.
Melihat realita medan pelayanan yang penuh tantangan tersebut, raut wajah antusias dan rasa empati tampak jelas dari para peserta. Banyak siswa tersentuh melihat masih banyaknya masyarakat di daerah terpencil yang merindukan Alkitab hadir dalam hidup mereka. Meskipun era digital memudahkan remaja memperoleh informasi dari berbagai sumber, di pelosok-pelosok dan pedalaman Nusantara masih banyak anak-anak dan remaja seusia mereka yang kesulitan memiliki Alkitab.
Usai penayangan video, LAI secara resmi memperkenalkan konsep Program BENIH 1000. Program ini mengajak para siswa untuk secara sukarela menabur benih kebaikan dengan berdonasi hanya sebesar Rp1.000. Anak-anak usia sekolah tentu saja tidak memiliki banyak uang di kantong mereka. Dengan menyisihkan derma 1.000 rupiah setiap minggu selama satu bulan mereka bisa melatih diri untuk membangun kepedulian dan berbagi kasih sejak masa remaja.
Respons dari anak-anak SMPN 7 Tarakan sangat positif. Mereka menyambut hangat ajakan tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk menjadi mitra LAI. Bahkan, para siswa berkomitmen untuk menyiapkan BENIH 1000 pada jadwal kunjungan pelayanan berikutnya di sekolah mereka.
"Melalui Program BENIH 1000, anak-anak sejak dini dapat belajar mengambil bagian dalam pelayanan penyebaran Firman Tuhan. Dimulai dari hal sederhana tanpa merasa terbebani, sehingga tumbuh kesadaran bahwa mereka pun dapat menjadi bagian dari misi menghadirkan Alkitab bagi saudara-saudara mereka di berbagai pelosok Indonesia," ungkap Kezia perwakilan KKPD LAI. Ke depan, tim pelayanan berharap dapat memperoleh kesempatan untuk melakukan kunjungan (visitasi) ke lebih banyak sekolah negeri lainnya di wilayah Tarakan, membawa warta firman Tuhan sekaligus merangkul generasi muda untuk terlibat dalam misi kemanusiaan dan keagamaan ini.
Pihak KKPD LAI Mitra Tarakan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran dan penyertaan Tuhan selama sosialisasi berlangsung. Harapan besar dititipkan agar benih kepedulian yang ditanamkan sejak usia remaja ini dapat tumbuh menjadi karakter yang suka berbagi kasih hingga mereka tumbuh dewasa kelak. (kezia natali)























