Sekolah Dasar Kristen (SDK) Tunas Harapan Kota Bogor, berkolaborasi dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menggelar rangkaian kegiatan bertema “Understanding the Story and Impact of Biblical History”.
Acara yang digelar pada Senin 14 September 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Baca Alkitab (BBA) yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya oleh sekolah tersebut. Kegiatan BBA mengajak anak-anak untuk rajin membaca Alkitab dan mencintai firman Tuhan sejak dini.
Kegiatan yang diikuti oleh kelas 1 hingga 6 tersebut diawali dengan Renungan Pagi yang dibawakan oleh tim dari LAI. Dalam renungan pagi tersebut, para siswa diajak belajar dari Mary Jones, seorang anak kecil dari Wales pada abad ke-18 yang memiliki kerinduan besar untuk memiliki Alkitab. Pada masa itu Alkitab yang tersedia masih sangat terbatas dan harganya juga sangat mahal.
Para siswa diajak belajar dari perjuangan Mary yang selama bertahun-tahun harus menabung untuk dapat membeli Alkitab. Meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi dan kondisi geografis, Mary Jones pantang menyerah. Kisah tersebut mengajarkan kepada anak-anak tentang ketekunan, doa, dan usaha dalam mewujudkan kerinduan untuk memiliki Alkitab. Semangat Mary Jones menginspirasi berdirinya lembaga-lembaga Alkitab di seluruh dunia yang dimulai di: Inggris (1804), Belanda (1814) dan Amerika (1816).
Semangat yang dirintis oleh Mary Jones dan lembaga-lembaga Alkitab pertama tersebut kemudian dikaitkan dengan program Bible For My Friend (BFMF) yang dikembangkan oleh LAI. Melalui celengan BFMF, anak-anak diajak belajar menyisihkan sebagian uang jajannya untuk mendukung tersedianya Alkitab bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia.
Setelah kegiatan ibadah pagi, para siswa mengikuti berbagai perlombaan yang dikemas untuk memperkenalkan Alkitab secara kreatif dan menyenangkan. Perlombaan tersebut meliputi mewarnai, menyusun puzzle, membaca Mazmur, tebak tokoh Alkitab, storytelling Alkitab, khotbah cilik, cerdas cermat Alkitab, serta pesan ayat berantai.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari. Melalui berbagai perlombaan tersebut, siswa-siswi tidak hanya diajak memahami cerita dan sejarah Alkitab, tetapi juga mengekspresikan pemahaman mereka melalui kreativitas, keberanian, kemampuan bekerja sama, serta pengetahuan Alkitab.
Kolaborasi antara SDK Tunas Harapan dan LAI menjadi merupakan contoh yang baik bagaimana kemitraan antarlembaga dapat dibangun dan dikembangkan, dalam upaya memperkenalkan Alkitab kepada anak-anak. Di masa depan, kerja sama serupa diharapkan terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan pembinaan yang kreatif serta relevan bagi anak-anak.(vicjun)























