Pada Minggu, 29 Maret 2026 Lembaga Alkitab Ghana (Bible Society of Ghana/BSG) bekerja sama dengan Glory Baptist Church dan Sekolah Tunanetra di Wa, Ghana, menyelenggarakan sebuah ibadah khusus bagi penyandang disabilitas netra. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari visi BSG agar Alkitab hadir bagi semua orang..
Sepanjang ibadah tersebut, anggota komunitas tunanetra mengambil peran utama: mereka memimpin doa, mengarahkan pujian dan penyembahan, serta menyampaikan khotbah. Kepemimpinan dan pelayanan mereka memperkaya pengalaman beribadah sekaligus menantang anggapan lama tentang disabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang percaya memiliki karunia, martabat, dan panggilan dari Tuhan.
Khotbah pada hari itu disampaikan oleh Pdt. Enoch Abubakari Salif, seorang pendeta dan pengajar yang juga seorang tunanetra. Dengan tema “Yesus Melihat Engkau” yang diambil dari Yohanes 12:14–15. Sebagaimana Yesus memperhatikan keledai yang terikat pada pohon dan membutuhkannya, demikian pula Ia melihat dan menghargai setiap individu. Demikian penegasan Pdt. Enoch. Berdasarkan pengalaman hidupnya sendiri, Pdt. Enoch menceritakan hidup seorang tunanetra memang tidak mudah. Namun, ia menanggapi kasih Kristus yang menguatkan dan memampukannya untuk menempuh pendidikan tinggi, membangun karier, dan menghidupi keluarganya. Kesaksiannya menjadi bukti kuat bahwa disabilitas tidak menentukan atau membatasi tujuan hidup yang telah Tuhan berikan.
Selain sebagai ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana advokasi dan edukasi bagi penyandang disabilitas netra. Staf BSG, Samuel Adjei Ntow, menuturkan berbagai tantangan yang dihadapi para penyandang disabilitas netra, termasuk stigma dan pengucilan sosial. Samuel mengajak gereja untuk melangkah lebih jauh dari sekadar kesadaran dan empati menuju tindakan nyata, seperti menciptakan peluang kerja, memberikan dukungan yang dibutuhkan, serta secara sengaja mengakui kontribusi penyandang disabilitas.
Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui pembagian 65 Alkitab Braille dan berbagai literatur Kristen lainnya kepada Sekolah Tunanetra Wa. Selain itu, sebuah perangkat Alkitab Audio juga diserahkan, membuka akses yang lebih luas bagi para siswa untuk berinteraksi dengan Firman Tuhan. Sumber-sumber ini bukan hanya alat, melainkan sarana yang memastikan bahwa Firman Tuhan tidak lagi berada di luar jangkauan, namun hadir dan berbicara secara jelas serta personal ke dalam kehidupan para penerimanya. Termasuk di dalamnya kalangan disabiltas netra.
Pada akhir 2025, BSG juga meluncurkan Alkitab bahasa Asante Twi dalam format Braille untuk pertama kalinya. Ini merupakan Alkitab Braille lengkap pertama dalam salah satu bahasa daerah di Ghana, sekaligus menjadi Alkitab Braille kedua yang tersedia di Ghana setelah edisi bahasa Inggris.
Dampak dari ibadah ini sangat dirasakan oleh gereja tuan rumah. Pdt. Emmanuel Akabore, Gembala Kepala Glory Baptist Church, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta menegaskan pentingnya inisiatif seperti ini. Ia mendorong agar ibadah inklusif semacam ini dapat diadakan secara rutin, bahkan menawarkan gerejanya sebagai tempat yang terbuka untuk persekutuan, kebersamaan, dan ibadah bersama.
Pertemuan di Wa ini mengingatkan kita bahwa pelayanan Alkitab akan berkembang ketika hambatan akses disingkirkan. Bagi kelompok yang terpinggirkan, seperti penyandang disabilitas netra, akses terhadap Kitab Suci dan keterlibatan dalam ibadah meneguhkan identitas, rasa memiliki, dan tujuan hidup mereka di dalam Kristus.
Lewat pelayanan Lembaga Alkitab Ghana (BSG) dan lembaga-lembaga Alkitab lainnya, firman Tuhan hidup dan bekerja. Ia menguatkan, ia menghibur, ia menginspirasi. Dan di sanalah kita melihat keindahan sejati dari Injil: sebuah kabar baik yang benar-benar hadir untuk semua orang.
























