Para pemimpin Lembaga Alkitab dari seluruh kawasan Asia Pasifik baru-baru ini berkumpul di Kaohsiung, Taiwan, untuk menghadiri Pertemuan Asia Pasifik 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Alkitab Taiwan ini menjadi kesempatan penting bagi para Sekretaris Umum dan CEO Lembaga-lembaga Alkitab untuk sejenak melepas diri dari tuntutan tugas di wilayah masing-masing, guna berkumpul bersama untuk belajar, berdoa, dan melakukan diskusi strategis.
Selama beberapa hari di akhir September, para peserta berbagi kabar mengenai pelayanan di wilayah mereka, menelaah berbagai peluang dan tantangan di tingkat regional, saling belajar satu sama lain, serta mempererat hubungan dengan rekan kerja dan mitra penerjemahan.
Dalam pertemuan ini para peserta menyimak berbagai presentasi, lokakarya, dan diskusi strategis yang diperkaya dengan pengalaman budaya serta konteks pelayanan masing-masing. Setelah beberapa hari, para peserta berkomunikasi intensif dan saling bertukar pengalaman, memberikan dukungan satu sama lain dan mendiskusikan berbagai kemungkinan baru untuk berkolaborasi.
Salah seorang peserta mengungkapkan, bahkan dalam perjalanan menggunakan bus, para peserta saling menyampaikan presentasi spontan satu sama lain. Hal ini mencerminkan semangat mereka dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk belajar, berbagi, dan saling menguatkan.
Dalam pertemuan ini, Joshua Poon, Manajer Keuangan UBS (United Bible Societies), mendapatkan apresiasi atas pengabdiannya selama 40 tahun di UBS. Meskipun tanggal resmi peringatan masa kerja ini baru akan tiba di akhir Oktober, kesempatan tersebut digunakan untuk merayakannya sekaligus mendoakan Joshua.
Kawasan dengan Keberagaman yang Luar Biasa
Asia Pasifik merupakan rumah bagi keragaman bahasa, budaya, dan komunitas yang sangat luas. Keberagaman ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang sangat besar bagi upaya penerjemahan dan penyebaran Alkitab.
Lembaga-Lembaga Alkitab tentu saja menyadari bahwa tidak ada satu organisasi pun yang mampu merespons dan melayani keberagaman yang sangat besar ini secara sendirian. Sebagaimana tercermin dalam Patmos Initiative, cara setiap komunitas berinteraksi dengan Alkitab serta akses mereka terhadap Alkitab sangatlah bervariasi. Kebutuhan setiap komunitas pun sangat beragam mulai dari kelompok bahasa besar yang telah memiliki sumber daya penerjemahan yang mapan, hingga komunitas masyarakat adat atau kelompok minoritas yang bahasa serta tradisi budayanya menghadapi risiko kepunahan yang lebih tinggi.
Kunjungan ke Desa Laiji, tempat tinggal komunitas masyarakat adat Tsou di Taiwan, memberikan pengingat yang sangat kuat akan kenyataan ini. Dengan populasi sekitar 7.000 jiwa, komunitas Tsou terus melestarikan adat istiadat, bahasa, dan identitas budaya mereka. Bagi mereka yang berkunjung ke komunitas ini, pengalaman tersebut menyajikan gambaran nyata tentang mengapa bahasa itu penting bukan sekadar sebagai sarana komunikasi, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas, warisan, dan kehidupan bermasyarakat.
Dalam pelayanan Kabar Baik, keberagaman ini menegaskan pentingnya pendekatan yang menghormati bahasa dan budaya lokal, sembari memanfaatkan sumber daya, keahlian, dan hubungan yang tersedia di seluruh persekutuan (fellowship) secara optimal.
Kolaborasi untuk Melipatgandakan Dampak
Pertemuan ini membuktikan potensi yang dapat dicapai ketika lembaga-lembaga Alkitab bersedia bekerja sama, daripada menghadapi tantangan regional sendiri-sendiri (terpisah). Dengan berbagi pembelajaran, model pelayanan, keahlian teknis, dan pengalaman dari berbagai konteks, Lembaga Alkitab dapat saling menguatkan dan menghindari duplikasi upaya. Sebuah solusi yang dikembangkan di satu negara mungkin dapat memberikan wawasan berharga bagi negara lain.
Skala keberagaman bahasa di seluruh kawasan Asia Pasifik menunjukkan bahwa kolaborasi sangatlah penting untuk mencapai kemajuan.
Peringatan 70 Tahun Lembaga Alkitab Taiwan (Bible Society in Taiwan)
Pertemuan pimpinan Lembaga-lembaga Alkitab di Taiwan ini kebetulan bertepatan dengan acara peringatan 70 tahun tuan rumah, Lembaga Alkitab Taiwan. Maka, seluruh para peserta pun turut serta dalam sukacita perayaan hari jadi tersebut.
Sepanjang tahun 2026, empat kebaktian syukur diadakan di berbagai wilayah di negara tersebut untuk memperingati hari jadi ke-70, dengan kebaktian syukur terakhir diselenggarakan di Kaohsiung pada tanggal 3 Oktober. Para peserta pertemuan berkesempatan untuk menghadiri kebaktian keempat sekaligus yang terakhir, seraya merayakan tonggak pencapaian Lembaga Alkitab Taiwan ini.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan Alkitab yang berkelanjutan dibangun lintas generasi. Di tengah perubahan situasi serta perkembangan pendekatan dalam penerjemahan, penerbitan, distribusi, dan pelibatan masyarakat, Lembaga Alkitab Taiwan terus melayani gereja gereja dan menghadirkan firman Tuhan bagi umat Tuhan, baik yang tinggal di Taiwan maupun di luar wilayah tersebut.
Diterjemahkan dari: ubscommunity.org
























