Tabea! Hari kedua Pekan Alkitab Tentena, 22 Oktober 2026, dilaksanakan seminar kedua dengan mengusung tema, ”Allah Dalam Bencana”. Seminar dipandu moderator, Hilamos Robi Boka, S. Si Teol dan narasumber Pdt. Anwar Tjen, Ph. D, Kepala Departemen Penerjemahan LAI. Seminar ini dihadiri para audiens dengani rentang usia yang beragam, mulai dari para remaja, pemuda hingga warga dewasa. Semuanya hadir untuk belajar bersama bagaimana Allah bekerja dan berkarya dalam bencana.
Dalam paparannya, Pdt. Anwar Tjen menyatakan bahwa umat perlu membaca ulang dengan seksama Kejadian pasal 1, bukan secara dangkal berbicara meniadakan yang ”tidak baik” dan mengganti dengan ”yang baik”. Namun, Allah dalam proses penciptaan bertujuan untuk mengatasi dan membatasi ancaman, kejahatan, dan keburukan. Terdapat misteri Ilahi dalam persidangan rencana Allah atas kehidupan manusia ketika berbicara tentang bencana dan penderitaan yang ada.
Setelah presentasi seminar yang sangat menarik hati para hadirin, beragam pertanyaan diajukan dalam sesi tanya-jawab, seperti: ”bagaimana kita merespons kasus seorang jemaat yang kehilangan anaknya yang meninggal karena kecelakaan?”. Ada lagi yang bertanya,”bagaimana kita merespons bencana alam yang terjadi, padahal Allah berjanji mendatangkan kebaikan?” dan berbagai pertanyaan lainnya. Tampaknya para audiens begitu antusias dan tertarik mengikuti topik ”Allah dalam Bencana”.
Pdt. Anwar merespons setiap pertanyaan dengan hati-hati namun terang. Beliau menyadari, “ada rasa kebingungan ketika seorang yang sudah rajin beribadah dan mempersembahkan yang terbaik ke Tuhan, tetapi masih mengalami penderitaan”. Pdt. Anwar menambahkan, misteri bencana yang berada dalam kedaulatan Allah memang sangat sulit dipahami. Sebagai manusia hal yang dapat dilakukan adalah dengan membaca dan melihat setiap bencana, musibah, dan penderitaan dengan kacamata atau perspektif yang baru.
Setelah sesi tanya-jawab selesai dilaksanakan, seminar ditutup dengan door prize kepada para audiens yang setia hadir dan menyimak pemaparan seminar, lalu berfoto bersama untuk menyimpan seminar ini dalam memori bersama (jwn).























