Cerita kali ini datang dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Selama sepuluh hari, Tim Satu Dalam Kasih (SDK) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menempuh perjalanan panjang untuk membagikan Alkitab di wilayah Rote Barat Daya. Sebanyak 48 gereja dikunjungi dalam rangkaian pelayanan yang padat kegiatan ini. Di balik perjalanan yang penuh tantangan, ada sukacita yang dijumpai melalui sambutan jemaat yang begitu antusias. Kerinduan anak-anak untuk memiliki Alkitab, serta kebahagiaan yang terpancar di wajah-wajah lanjut usia ketika menerima firman Tuhan.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di Rote Barat Daya, tim disambut oleh cuaca yang sangat panas. Sepanjang perjalanan, hamparan padang yang tandus dan kering menjadi pemandangan yang tak terhindarkan. Tanah yang gersang dan sinar matahari yang menyengat menggambarkan keadaan alam yang harus dihadapi umat Tuhan setiap hari.
“Akhir-akhir ini sedang panas dan gersang,” ujar seorang ibu pendeta yang mendampingi tim selama perjalanan.
Di tengah kondisi alam yang menantang, tim tetap melangkah untuk menjalankan tugas pelayanan. Rangkaian kegiatan diawali dengan Ibadah Pembukaan Pembagian Alkitab pada hari Senin di GMIT Talitakumi Nggauk, ‘Soda Molek!’ kata untuk menyapa salam sejahtera dalam bahasa Rote. Ibadah tersebut dihadiri oleh seluruh jemaat yang hadir untuk bersama-sama mengawali pelayanan pembagian Alkitab di wilayah tersebut.
Dari satu gereja ke gereja lainnya, kami menyaksikan antusiasme jemaat yang menyambut kedatangan tim LAI. Anak-anak Sekolah Minggu, remaja, pemuda, hingga orang tua menyambut pembagian Alkitab dengan penuh sukacita. Kerinduan untuk memiliki Alkitab menjadi salah satu hal yang membekas dalam ingatan kami sepanjang perjalanan.
Salah satu momen yang menghangatkan hati terjadi di GMIT Oehandi. Saat kami sedang membagikan Alkitab, seorang anak berseragam merah putih dengan rompi bermotif khas Rote berlari menghampiri tim. Ternyata anak itu juga ingin ikut menerima Alkitab. Ia bercerita bahwa sepulang sekolah, ia langsung berlari menuju gereja agar bisa mendapatkan Alkitab juga.
Kisah sederhana itu menyimpan makna yang mendalam. Setelah lelah menjalani aktivitas di sekolah, anak tersebut masih menyempatkan diri untuk berlari ke gereja. Raut muka dan langkah kecilnya menggambarkan antusiasme dan kerinduan yang besar akan firman Tuhan. Bagi kami, momen itu menjadi pengingat bahwa kehadiran Alkitab memiliki makna yang besar bagi mereka yang menantikan kesempatan untuk memilikinya.
Seorang lansia juga tampak bersukacita menerima Alkitab. Dengan penuh sukacita, ia bersaksi bahwa dirinya dengan tekun membaca Alkitab pada pagi, siang, dan malam. Alkitabnya lamanya kini telah mulai using. Dan kini ia bersyukur menerima Alkitab yang baru. Kesaksiannya memperlihatkan betapa berharganya Alkitab baginya. Sukacita yang dialami seorang warga lanjut usia tersebut membekas di ingatan kami, betapa berharganya Kabar Baik dari Tuhan, kabar keselamatan yang membawa hidup. Saat di kota banyak orang mendapatkan begitu banyak kemudahan akses terhadap firman Tuhan, tetapi jarang membacanya. Di pelosok-pelosok Nusantara, banyak orang menantikan datangnya firman Tuhan yang bisa mereka pegang dan baca setiap hari.
Tidak semua perjalanan pembagian Alkitab di Rote Barat Daya berlangsung mudah. Tantangan bukan hanya datang dari cuaca yang panas dan medan yang harus dilalui, tetapi juga dari akses menuju sejumlah wilayah pelayanan.
Pada hari kedua, tim harus menjangkau tiga pulau, yaitu Nusamanuk, Landu, dan Lohaen. Untuk mencapai wilayah-wilayah tersebut, tim menggunakan kapal kecil yang mengangkut kurang lebih sepuluh orang. Perjalanan menuju gereja-gereja yang dituju membutuhkan usaha ekstra karena kapal tidak dapat merapat langsung ke tepi pantai. Jika dipaksakan, kapal berisiko kandas.
Karena itu, kami memutuskan untuk turun dari kapal dan melanjutkan perjalanan dari pesisir berair dangkal menuju gereja, yang berjarak dua kilometer dari tempat kami turun. Meski harus melanjutkan perjalanan darat, kami tetap berusaha menjalankan setiap agenda pelayanan yang telah direncanakan dengan antusias.
Waktu terus berjalan hingga hari mulai petang. Setelah menyelesaikan kegiatan pembagian Alkitab, kami bersiap untuk kembali. Namun, kesulitan kembali muncul. Kapal harus berpindah tempat agar tim dapat naik dengan lebih mudah. Perubahan ini membuat perjalanan menuju kapal menjadi lebih panjang. Kali ini, tim harus berjalan kaki sekitar lima kilometer menuju lokasi kapal dalam kegelapan.
Jalan yang gelap dan perjalanan yang melelahkan tidak serta-merta memadamkan semangat tim LAI. Sepanjang perjalanan, kami berjalan beriringan, saling menemani, bercerita, dan tertawa. Di tengah keterbatasan penerangan dan rasa lelah, kebersamaan menjadi bagian yang menguatkan langkah kami.
Hingga akhirnya, dari kejauhan, tampak cahaya lampu kapal. Cahaya lampu yang terlihat membangkitkan semangat kami. Maka, kami pun berlari menuju kapal dengan penuh sukacita. Setelah menempuh perjalanan panjang, sinar lampu tersebut memandu kami menuju kapal yang akan kembali mengantar kami dalam perjalanan pulang.
Selama sepuluh hari di Rote Barat Daya, kami diajak belajar bahwa pelayanan tidak selalu berjalan mudah. Ada cuaca panas, medan yang menantang, perjalanan menempuh laut, dan langkah kaki yang harus terus bergerak meski hari telah mulai gelap. Namun, di tengah semua kesulitan tersebut, kami menjumpai sukacita yang hadir dalam beragam bentuk: sambutan yang hangat dari warga jemaat, antusias di wajah anak-anak, dan ungkapan syukur seorang lansia ketika menerima Alkitab.
Dari padang-padang yang kering hingga pulau-pulau terpencil yang harus dijangkau dengan kapal kecil, perjalanan ini menjadi gambaran tentang semangat untuk menghadirkan Kabar Baik kepada umat Tuhan di Rote Barat Daya. Setiap gereja yang dikunjungi dan setiap Alkitab yang dibagikan merupakan bagian dari upaya agar lebih banyak orang dapat memiliki dan membaca firman Tuhan setiap hari.
Terima kasih, kepada para mitra dan Sahabat Alkitab di berbagai tempat, yang telah setia mendoakan dan mendukung pelayanan LAI. Dukungan Anda semua telah memungkinkan firman Tuhan hadir dan mendatangkan sukacita bagi umat Tuhan di berbagai pelosok. Juga di pelosok Rote Barat Daya. (tirza)























