Investasi yang Anti Inflasi

Renungan Harian | 1 Mar 2026

Investasi yang Anti Inflasi

Beberapa waktu terakhir, kita mendengar berita tentang kenaikan harga emas yang cukup signifikan. Banyak orang bergegas membeli emas untuk melindungi nilai kekayaan mereka dari inflasi. Langkah ini tentu bijak, sebab emas dikenal sebagai aset yang relatif stabil ketika nilai mata uang melemah. Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas menjadi simbol keamanan, sesuatu yang diyakini dapat menjaga masa depan. Namun, firman Tuhan hari ini mengajak kita melihat lebih jauh: ada jenis inflasi lain yang sering luput dari perhatian, yaitu inflasi karakter dan makna hidup. Nilai integritas, kebijaksanaan, dan arah hidup dapat terkikis bukan oleh pasar, melainkan oleh pilihan dan cara hidup kita sendiri. Untuk menghadapi inflasi yang demikian, emas tidaklah cukup.


Amsal 16:16 menegaskan, “Memperoleh hikmat jauh lebih baik daripada emas, dan mendapatkan pengertian lebih berharga daripada perak.” Dalam konteks ini, memperoleh hikmat digambarkan seperti seorang pedagang yang dengan sengaja mencari dan “membeli” sesuatu yang berharga. Hikmat bukan sesuatu yang datang secara instan, melainkan diperoleh melalui proses belajar, perenungan, dan ketaatan kepada Tuhan. Pada zaman penulis Amsal, emas dan perak memiliki nilai yang sangat tinggi dan digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, guru hikmat menegaskan bahwa nilai hikmat jauh melampaui semua itu. Emas dapat melindungi kebutuhan fisik, tetapi hikmat menuntun seluruh arah hidup manusia. Menolong manusia membuat keputusan yang benar, menjaga relasi, dan berjalan dalam kebenaran. 


Manusia membutuhkan lebih dari sekadar rasa aman secara materi. Tanpa hikmat, kekayaan sekalipun tidak mampu memberi ketenangan batin. Sebaliknya, orang yang memiliki hikmat memiliki stabilitas batin, karena hidupnya selaras antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Hikmat menjadi kekayaan internal yang tidak dapat dicuri, tidak dapat hilang, dan tidak tergerus waktu. Bahkan dalam masa sulit, hikmat memberi ketenangan dan kemampuan untuk tetap melangkah dengan arah yang benar.


Sahabat Alkitab, Amsal hari ini mengajak kita untuk mengevaluasi kembali apa yang selama ini kita anggap sebagai investasi utama dalam hidup. Kita boleh bijak mengelola berkat materi, tetapi jangan mengabaikan investasi yang jauh lebih penting, yaitu membangun hikmat dan pengertian. Hikmat bertumbuh ketika kita setia belajar dari firman Tuhan, rendah hati menerima didikan-Nya, dan bersedia hidup menurut jalan-Nya. Inilah investasi yang nilainya tidak pernah susut. Ketika segala sesuatu di dunia berubah, hikmat Tuhan tetap menjadi dasar yang kokoh, menjaga hidup kita tetap bermakna, terarah, dan penuh damai.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia