Pilih Hikmat, Bukan Sekadar Nikmat

Renungan Harian | 15 Mar 2026

Pilih Hikmat, Bukan Sekadar Nikmat

Beberapa tahun terakhir, berbagai berita dan artikel kesehatan mental menyoroti meningkatnya perilaku instant gratification, atau yang biasa disebut sebagai kecanduan kesenangan instan. Mulai dari penggunaan media sosial berlebihan, belanja impulsif, hingga konsumsi hiburan berlebihan dengan dalih self reward. Banyak orang mengaku sulit berhenti, meskipun sadar bahwa kebiasaan itu menguras energi, saldo, mengganggu fokus, bahkan perlahan merusak keseimbangan hidup mereka. Para peneliti menjelaskan bahwa dorongan untuk terus mencari kepuasan cepat dapat melemahkan kemampuan pengendalian diri dan membuat seseorang semakin sulit menemukan kepuasan yang mendalam. 


Amsal 23:17-35 berbicara dengan jujur tentang pergumulan serupa. Penulis Amsal mengingatkan, “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.” Di sini, hikmat digambarkan sebagai sesuatu yang harus “dibeli”, bukan dengan uang, melainkan dengan kesediaan untuk belajar, mendengar nasihat, dan melatih pengendalian diri (ay. 23). Hikmat menuntut proses dan kesabaran, tetapi menghasilkan masa depan yang sungguh ada dan harapan yang tidak akan hilang (ay. 18).


Sebaliknya, di ayat berikutnya menampilkan gambaran yang tajam tentang perangkap nikmat sesaat. Anggur, misalnya, mula-mula tampak menarik, tetapi pada akhirnya “memagut seperti ular” (ay. 32). Kenikmatan yang tidak dikendalikan perlahan-lahan mencuri kejernihan hati dan akal budi, bahkan membuat seseorang kehilangan kepekaan terhadap dirinya sendiri (ay. 34-35). Apa yang awalnya dicari sebagai pelarian, pada akhirnya justru menjadi belenggu.


Sahabat Alkitab, Amsal mengajak kita untuk melihat bahwa hikmat dan nikmat menawarkan arah hidup yang berbeda. Nikmat itu cepat datang, tetapi cepat pula hilang. Hikmat, sebaliknya, bertumbuh perlahan, tetapi menopang kehidupan secara utuh. Hikmat sering kali menuntut kita berkata “tidak” pada keinginan tertentu, tetapi justru melalui itulah kita menemukan kebebasan yang sejati. Maka, janganlah enggan untuk membuka hati kita terhadap nasihat yang membangun. Sebab ketika kita memilih hikmat, kita bukan sekadar menolak nikmat sesaat, melainkan sedang membangun kehidupan yang penuh makna, damai, dan pengharapan.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia