Banyak orang menyangka bahwa masa-masa ketika Allah mencipta dan menghadirkan sesuatu yang baru ke dalam semesta sesungguhnya telah lama berakhir. Rupanya perspektif tersebut tidaklah sepenuhnya tepat karena Allah senantiasa menghadirkan kebaruan dalam semesta ciptaan-Nya. Nuansa kebaruan dan kuasa Allah mencipta inilah yang dapat kita lihat dengan jelas dalam perikop yang kita baca saat ini, “Sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru,” demikianlah dengan lugas Allah menyatakan karya pemulihan-Nya kepada Israel serta seluruh dunia. Pemulihan itu merambat mulai dari Yerusalem hingga ke seluruh dunia, menegaskan bahwa tidak untuk selama-lamanya umat menderita.
Maka Allah mengundang seisi dunia untuk bergirang dan bersorak-sorai atas keselamatan yang telah dikerjakan-Nya. Kehidupan akan diperjuangkan dan dihadirkan Allah. Inilah bukti dan realisasi dari janji Allah yang telah dinyatakan sejak semula. Daya cipta Allah juga memulihkan tatanan kehidupan manusia. Jika sebelumnya keadilan menjadi barang langka dan penindasan marak terjadi, maka saat ini Tuhan berada di tengah umat-Nya untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan (ay.21-23). Perdamaian terwujud secara sempurna melalui karya-Nya. Pada akhirnya umat Tuhan diundang untuk datang menyembah-Nya dan membangun keintiman dengan Allah.
Sahabat Alkitab, menantikan bumi dan langit yang baru sesungguhnya merupakan panggilan peziarahan iman kita. Kita digerakkan oleh karya Allah yang senantiasa mencipta dan memperbaharui semesta. Perwujudan bumi dan langit yang baru itu tengah terjadi dalam proses yang panjang. Kita adalah umat Allah yang diundang untuk turut menghadirkan nilai dan situasi yang menampilkan dengan jelas langit serta bumi yang baru. Dengan kata lain selalu ada pengharapan dalam dunia yang seringkali dirundung berbagai pencobaan ini.
























