Dituntun oleh Terang-Nya

Artikel | 30 Des 2025

Dituntun oleh Terang-Nya


Yohanes 8:12-19 


Kondisi gelap memang seringkali membuat banyak orang menjadi tidak nyaman. Menurut banyak orang, saat gelap kita tidak dapat memprediksi atau menebak apa yang terjadi di sekitar kita. Rasa tidak aman menyeruak dari pemikiran tersebut. Maka wajarlah jika kondisi gelap dipakai untuk menggambarkan kesuraman, penderitaan, ketidakpastian, serta berbagai hal buruk yang terjadi dalam realitas. Bahkan jika kita ingat beberapa bulan yang lalu muncul tagar “indonesia gelap” di media sosial untuk mengekspresikan betapa pesimisnya orang-orang terhadap kondisi Indonesia. Sementara itu di penghujung tahun ini kita diajak untuk kembali berada dalam ketegangan antara dua kutub, terang dan gelap. Seraya berharap-harap cemas akankah masa yang akan datang dirundung awan gelap tanpa ujung, ataukah ada sinar terang pengharapan Allah yang menerangi jalan kita. 

 

Yohanes 8:12-19 menggambarkan keberadaan Kristus sebagai Sang Terang dunia. Ia adalah terang yang menyinari semesta sehingga seseorang tidak lagi berjalan di dalam kegelapan.  Menarik untuk melihat cara Yohanes menghubungkan dua kondisi berikut yakni “terang” dan “hidup”. Kedua kata tersebut dipakai untuk menegaskan peran Yesus yang berkuasa mengaruniakan kehidupan kekal. Kristus memanggil setiap orang untuk berjalan mengikut Dia. Dalam terang-Nya, kegelapan akan ditiadakan begitu saja. Namun hal tersebut hanya dapat terjadi jika kita mau berjalan bersama Sang Terang. Selain itu keberadaan Yesus sebagai Sang Terang juga terjadi karena hanya di dalam-Nya lah kita beroleh jalan kepada Bapa, sebagaimana yang ditegaskan-Nya pada ayat 19, “....sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.” 

 

Sayangnya kita seringkali bersikap seperti orang-orang Farisi yang meragukan pernyataan diri Yesus. Mereka tidak benar-benar dapat melihat terang tersebut karena pada akhirnya mereka tidak mempercayai Sang Firman Allah. Mungkin orang Farisi tidak rela mengakui bahwa jangan-jangan sesuatu yang mereka anggap sebagai kebenaran dan terang bukanlah kebenaran serta terang yang sesungguhnya. Pikiran mereka terdistorsi oleh kebenaran semu. Bukankah pada zaman modern ini hal serupa juga menjadi tantangan kita? Seringkali kita tidak mampu melihat terang serta pengharapan-Nya bukan karena keduanya tidak ada dalam hidup kita, melainkan batin kita telah tertutupi oleh berbagai pertimbangan, keegoisan diri, yang mendistorsi pancaran terang kasih-Nya. 

 

Di penghujung tahun ini, marilah kita meletakkan pengharapan kepada-Nya saja. Mungkin pada tahun ini banyak kegelapan menghampiri kehidupan kita. Namun itu bukan berarti tidak ada terang dan pengharapan di masa mendatang. Maka hampirilah Kristus dengan penuh kerendahan hati karena dalam ketertundukan itulah kita dimampukan untuk melihat pancaran sinar kasih-Nya. Teruslah berjalan bersama Kristus dan songsonglah hari  depan yang penuh harapan karena di dalam-Nya selalu ada kasih. 

 

Pertanyaan reflektif: 

Sudahkah kita belajar untuk mempercayai-Nya dalam seluruh langkah kehidupan kita?

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia