Apa Kata Alkitab tentang Binatang dan Tumbuhan?

Artikel | 9 Apr 2026

Apa Kata Alkitab tentang Binatang dan Tumbuhan?


Seminar Alkitab | Pdt. Dr. Christian Gossweiler


Dalam beberapa dekade terakhir, kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup semakin menguat. Berbagai peringatan seperti Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup mengingatkan manusia akan tanggung jawabnya terhadap bumi. Dalam konteks ini, muncul pertanyaan reflektif: apa sebenarnya kontribusi iman Kristen terhadap pelestarian alam?


Tidak jarang kekristenan dipandang kurang ramah terhadap lingkungan. Ada anggapan bahwa ketika manusia tidak lagi melihat alam sebagai sesuatu yang sacral, tidak lagi percaya adanya roh dalam pohon atau binatang, maka alam menjadi objek yang bebas dieksploitasi. Sebaliknya, sejumlah kepercayaan lokal justru dianggap lebih menghargai alam karena memelihara relasi hormat dengan makhluk hidup di sekitarnya.


Di tengah pertanyaan-pertanyaan tersebut, penting untuk kembali kepada Alkitab. Apakah benar Alkitab hanya berbicara tentang keselamatan manusia? Ataukah di dalamnya juga terdapat kabar baik bagi seluruh ciptaan, termasuk binatang, tumbuhan, dan segala makhluk?


Ciptaan sebagai Karya Allah yang Baik

Kesaksian Alkitab dimulai dengan pengakuan yang mendasar: dunia ini adalah ciptaan Allah. Dalam kisah penciptaan (Kejadian 1-2), seluruh ciptaan seperti: langit, bumi, tumbuhan, binatang, dan manusia, dihadirkan sebagai karya Allah yang baik. Bahkan pada akhirnya dinyatakan sebagai “sungguh sangat baik.” Pengakuan ini penting, sebab menegaskan bahwa nilai ciptaan tidak semata-mata terletak pada kegunaannya bagi manusia, melainkan pada fakta bahwa ia berasal dari Allah dan berada dalam relasi dengan-Nya.


Gambaran ini terus muncul dalam berbagai bagian Alkitab. Tanah perjanjian dilukiskan sebagai negeri yang berlimpah susu dan madu, sebuah simbol kelimpahan dan kesuburan yang dianugerahkan Allah. Mazmur-mazmur pun kerap mengajak umat untuk memandang ciptaan sebagai bagian dari pujian kepada Allah: pohon-pohon, burung-burung, bahkan singa-singa muda digambarkan hidup dalam ketergantungan kepada-Nya.


Dalam visi eskatologis, Alkitab bahkan melukiskan pemulihan ciptaan secara menyeluruh. Pohon kehidupan berbuah terus-menerus, dan daun-daunnya membawa kesembuhan. Binatang yang sebelumnya saling memangsa digambarkan hidup berdamai. Semua ini menunjukkan bahwa sejak awal hingga akhir, Alkitab memandang ciptaan sebagai bagian dari karya Allah yang penuh makna.


Ketika Dosa Merusak Relasi dengan Ciptaan

Namun, kesaksian Alkitab tidak berhenti pada keindahan ciptaan. Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, relasi antara manusia dan ciptaan mengalami kerusakan. Tanah yang semula subur menjadi sulit diolah. Ia menghasilkan semak duri dan rumput duri. Kisah-kisah selanjutnya menunjukkan bahwa kekerasan manusia juga berdampak pada bumi. Tanah menjadi “terkutuk,” dan kehidupan tidak lagi berlangsung dalam harmoni.


Para nabi dengan tegas menyuarakan keterkaitan antara dosa manusia dan penderitaan alam. Ketika manusia hidup dalam ketidaksetiaan, bukan hanya masyarakat yang menderita, tetapi juga binatang, burung, bahkan ikan di laut. Seluruh ciptaan turut merasakan dampak dari kerusakan moral manusia.


Gambaran ini menjadi sangat relevan dengan situasi masa kini. Kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai tempat mengingatkan bahwa dosa manusia tidak pernah bersifat individual semata. Ia memiliki dampak yang luas, bahkan kosmis.


Kabar Baik bagi Segala Makhluk

Di tengah kenyataan tersebut, Alkitab menghadirkan pengharapan. Salah satu teks penting yang perlu diperhatikan adalah amanat dalam Markus 16:15, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Ungkapan “segala makhluk” menunjukkan cakupan yang luas. Injil tidak hanya berbicara tentang keselamatan manusia, tetapi juga tentang pemulihan ciptaan. Hal ini sejalan dengan kesaksian Perjanjian Baru lainnya.


Dalam Surat Kolose ditegaskan bahwa segala sesuatu diciptakan di dalam Kristus dan diperdamaikan melalui Dia. Sementara itu, dalam Roma 8 digambarkan bahwa seluruh ciptaan sedang “mengeluh” dan menantikan pembebasan. Ciptaan digambarkan seolah-olah turut merindukan pemulihan yang dijanjikan Allah.


Dengan demikian, Injil memiliki dimensi kosmis. Ia berbicara tentang karya Allah yang memulihkan bukan hanya manusia, tetapi seluruh ciptaan.


Kesaksian Perjanjian Lama tentang Pemulihan Ciptaan

Pemahaman ini sebenarnya telah berakar dalam Perjanjian Lama. Setelah peristiwa air bah, Allah mengikat perjanjian bukan hanya dengan manusia, tetapi juga dengan segala makhluk hidup. Ini menunjukkan bahwa relasi Allah dengan ciptaan bersifat menyeluruh.


Para nabi juga menyampaikan harapan akan masa depan di mana relasi antara manusia dan alam dipulihkan. Gambaran tentang damai antara binatang-binatang menjadi simbol dari dunia yang diperbarui. Dengan demikian, dari awal hingga akhir, Alkitab menampilkan sebuah benang merah: ciptaan berasal dari Allah, rusak karena dosa, dan akan dipulihkan oleh Allah.


Misi Gereja dalam Keutuhan Ciptaan

Kesadaran akan luasnya cakupan Injil ini mendorong gereja untuk merefleksikan kembali panggilannya. Misi gereja tidak hanya berkaitan dengan manusia, tetapi juga dengan keutuhan ciptaan. Tema tentang pembaruan seluruh ciptaan semakin mendapat perhatian. Gereja-gereja mulai menyadari bahwa memberitakan Injil juga berarti mengambil bagian dalam merawat bumi.


Di Indonesia, refleksi ini tampak dalam berbagai dokumen gerejawi yang menekankan tanggung jawab terhadap lingkungan. Meskipun pada awalnya pemahaman misi masih cenderung berpusat pada manusia, kini semakin disadari bahwa Injil harus menjadi kabar baik bagi seluruh ciptaan.


Menghidupi Iman dalam Kepedulian terhadap Lingkungan

Pertanyaan selanjutnya adalah: bagaimana hal ini diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari? Alkitab memberikan petunjuk sederhana namun mendalam: orang benar memperhatikan hidup hewannya. Artinya, relasi dengan Allah tidak dapat dipisahkan dari cara manusia memperlakukan ciptaan.


Dalam praktiknya, kepedulian ini dapat diwujudkan melalui berbagai langkah konkret. Mengurangi penggunaan plastik, menjaga kelestarian alam, menggunakan energi secara bijak, serta membangun kesadaran lingkungan sejak dini merupakan bagian dari tanggung jawab iman. Tindakan-tindakan ini mungkin tampak sederhana, tetapi memiliki makna teologis yang dalam. Melalui tindakan tersebut, orang percaya mengambil bagian dalam karya Allah yang memelihara dan memulihkan ciptaan.


Penutup

Pada akhirnya, Alkitab mengarahkan pandangan kita kepada masa depan yang penuh pengharapan. Akan datang saat di mana seluruh ciptaan dipulihkan, hidup dalam damai, dan bersama-sama memuliakan Allah. Dalam terang pengharapan ini, orang percaya dipanggil untuk hidup sebagai saksi Injil. Bukan hanya bagi sesama manusia, tetapi juga bagi seluruh ciptaan. Injil tetap ditujukan kepada manusia sebagai pusat pewartaan, tetapi dampaknya tidak berhenti pada manusia. Ia menjangkau seluruh kehidupan.


Dengan demikian, iman Kristen tidak bertentangan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Sebaliknya, iman tersebut justru memberi dasar yang kuat untuk merawat bumi sebagai bagian dari ciptaan Allah yang “sungguh amat baik.”


Kiranya kita semua dimampukan untuk semakin kreatif dalam memberitakan Injil kepada segala makhluk. Injil itu tetap diberitakan kepada manusia, supaya semakin banyak orang dimenangkan bagi Tuhan Yesus dan percaya kepada-Nya. Namun, pada saat yang sama, kiranya binatang dan tumbuhan di sekitar kita pun dapat merasakan berkat dari kabar baik itu.

(Pdt. Dr. Christian Gossweiler)

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia