Pastor Ivan adalah seorang rohaniwan yang melayani di sebuah unit penyerang di Ukraina—sebuah unit di mana, rata-rata, hanya seperempat dari tentara yang maju ke medan tempur yang berhasil kembali dengan selamat. Beberapa tahun lalu, ia menjalani pelatihan militer agar dapat menjangkau para tentara beserta keluarga mereka dengan firman Tuhan.
Ia sering menghubungi Lembaga Alkitab Ukraina (Bible Society of Ukraine) dengan permintaan seperti: "Saya butuh 100 hingga 200 Perjanjian Baru bersampul loreng, 20 hingga 30 Alkitab lengkap, dan sekitar 30 hingga 40 Alkitab anak-anak. Tolong dibantu, ini mendesak!" Terkadang, ia hanya berpesan: "Tolong kirimkan sebanyak yang bisa Anda sediakan."
Alkitab-alkitab ini disimpan di kapel lapangan miliknya—sebuah tenda kecil tempat para tentara datang untuk berdoa, menerima pendampingan rohani, dan mengikuti ibadah. Pastor Ivan dapat membagikan Alkitab tersebut secara cuma-cuma karena biayanya telah ditanggung oleh para mitra pendukung Lembaga Alkitab.
Suatu hari, Pastor Ivan meminta 2.000 eksemplar Alkitab.
Ia berkata kepada Lembaga Alkitab Ukraina: "Hari ini saya butuh banyak. Saya butuh 2.000 eksemplar."
Sehari sebelumnya, Pastor Ivan baru saja menghadiri pemakaman seorang tentara bernama Andriy, yang gugur di garis depan. Andriy sering mengunjungi kapel lapangan Pastor Ivan untuk menerima perjamuan kudus, dan di sanalah ia mendapatkan sebuah Perjanjian Baru bersampul loreng.
Andriy sempat berangkat menjalankan misi bersama sekelompok tentara lainnya, namun ia tidak pernah kembali. Ia ditemukan terbaring di tanah dengan tangan menggenggam erat Perjanjian Baru yang ia terima dari Pastor Ivan. Di saat-saat terakhir hidupnya, ia tetap berpegang teguh pada firman Tuhan.
Kecintaan Andriy terhadap Kitab Suci menginspirasi orang lain.
Hal ini memicu sesuatu yang luar biasa. Kisah tersebut menyebar dengan cepat di dalam unit tersebut, bahkan sampai terdengar oleh warga sipil. Tak lama kemudian, semua orang—baik perwira maupun prajurit—menginginkan Perjanjian Baru bersampul loreng yang sama dengan yang digenggam oleh Andriy.
"Selama saya berada di militer, saya belum pernah melihat hal seperti ini," ujar Pastor Ivan. “Orang-orang sadar bahwa setiap hari bisa menjadi hari terakhir bagi mereka. Mereka ingin membawa serta apa yang paling berharga, seperti halnya Andriy.”
Saat Andriy ditemukan, tubuhnya sudah kaku, sehingga Alkitab tidak dapat dilepaskan dari genggamannya. Rekan-rekan dan kerabatnya memutuskan agar ia dimakamkan dalam keadaan seperti itu—tetap memegang firman Tuhan.
Permintaan akan Kitab Suci di Ukraina sampai hari ini terus berlanjut.
Yurii, salah satu anggota tim di Lembaga Alkitab Ukraina (Bible Society of Ukraine), menuturkan: ‘Di satu sisi, kami bersukacita karena orang-orang memiliki kerinduan yang begitu mendalam akan firman Tuhan. Namun di sisi lain, kami menyadari harga mahal yang harus dibayar untuk tumbuhnya minat ini—yaitu sebuah nyawa manusia.’
Berkat dukungan para mitra lembaga-lembaga Alkitab, Pastor Ivan telah menerima 2.000 eksemplar Perjanjian Baru, namun ia masih terus menghubungi kami untuk meminta Alkitab dan sumber daya lainnya. Permintaan akan Kitab Suci masih belum sepenuhnya terpenuhi.
“Misi kami tetap sama,’ ujar Yurii. ‘Terus melayani setiap orang yang membutuhkan Injil.”
Diterjemahkan dari: biblesociety.org.uk
























