Dalam era digital yang terus berkembang pesat, mengakses informasi menjadi hal yang sangat mudah. Berita palsu atau hoaks dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan platform daring. Jika tidak waspada, kita sebagai netizen bisa dengan mudah terjebak dalam hoaks atau bahkan menjadi penyebarnya. Untuk itu, guna meningkatkan kewaspadaan terhadap hoaks dan informasi palsu yang marak beredar di dunia maya, Departemen Pelayanan dan Pengembangan Digital Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) mengadakan Workshop Literasi Digital bagi pemuda-pemuda gereja di Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Alkitab yang dilaksanakan pekan lalu.
Tidak hanya diberikan wawasan mengenai cara bijak bersosial media, empat puluh satu peserta yang hadir juga diajak untuk menjadi ‘content creator’ yang kreatif, dengan ide-ide segar yang dapat menghasilkan video-video yang "out of the box". Mereka juga dibekali dengan materi teknis videografi untuk semakin mengasah keterampilan mereka dalam menjadi seorang ‘content creator’.
Setelah menerima pembekalan materi, para peserta diajak untuk terjun langsung ke lapangan. Masing-masing kelompok harus membuat video berdurasi maksimal 2 menit dengan tema "Aku Cinta Alkitab". Video-video tersebut kemudian diperlombakan, sehingga mereka harus saling berkompetisi memperebutkan juara dengan hadiah-hadiah menarik.
Workshop Literasi Digital ditutup dengan pengenalan aplikasi Memra yang dikembangkan oleh tim digital LAI, serta pembentukan komunitas baca Alkitab di platform tersebut. Pada kesempatan ini, juga dilakukan peneguhan atas nama Israel Mansnandifu sebagai Koordinator Gemar Membaca Alkitab di Biak. Diharapkan, dengan adanya komunitas ini, setiap anak muda di gereja dapat lebih tekun dan tuntas membaca Firman Tuhan. [zvp]