Kunjungan Pelayanan LAI ke Ambon, Maluku
Ambon tidak sekadar menjadi titik singgah dalam peta pelayanan. Di kota yang menyimpan sejarah iman, perjumpaan, dan luka sekaligus harapan itu, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) kembali menegaskan panggilannya: menghadirkan Firman Tuhan yang hidup melalui relasi, dialog, dan kerja sama lintas gereja serta lembaga.
Kunjungan pengurus LAI bersama Staf Perwakilan Makassar berlangsung selama tiga hari, 31 Januari hingga 2 Februari 2026. Rangkaian agenda ini menjadi ruang temu antara cerita masa lalu, komitmen masa kini, dan rencana pelayanan ke depan.
Berbagi Cerita, Menyemai Visi
Jumat pagi, 31 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIT, Aula Kantor Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) menjadi saksi perjumpaan yang hangat. Sekitar 15 orang berkumpul dalam suasana santai dan akrab untuk berbagi tentang pelayanan LAI. Hadir dalam pertemuan tersebut Dr. Sigit Triyono, Sekretaris Umum LAI; Pdt. Dr. Margaretha Maria Hendriks Ririmasse selaku Pembina LAI; Diana Rampan, Kepala Perwakilan LAI Makassar; serta Indriyani Reski, Staf Penggalangan Kemitraan.
Turut hadir pula Pdt. Agus Hetharion dari Departemen Pengembangan Informasi dan Politik Kebangsaan Sinode GPM, Pdt. Cornelis Huwae selaku Ketua Yayasan Kristen Caritas, serta perwakilan jemaat dari GPM, GBIS, dan GBI.
Dalam sharing tersebut, Dr. Sigit Triyono mengajak para peserta menengok kembali sejarah LAI, perjalanan panjang penerjemahan Alkitab di Nusantara, mandat pelayanan LAI, hingga berbagai program yang dijalankan bersama mitra. Ia menegaskan bahwa pelayanan Alkitab bukan semata soal distribusi buku, melainkan membangun kesadaran bersama bahwa Firman Tuhan perlu dirawat melalui keterlibatan gereja dan umat.
Pelantikan KKPD: Dari Ibadah ke Gerak Bersama
Keesokan harinya, Minggu 1 Februari 2026, pelayanan berlanjut di tengah ibadah pagi Jemaat GPM Bethania, pukul 09.00 WIT. Dalam ibadah tersebut dilaksanakan pelantikan Pengurus Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) LAI Mitra Maluku. Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Umum LAI dan diteguhkan oleh Pdt. Mauren Ferdiandus.
Momen ini menjadi simbol bahwa penggalangan dukungan bukan pekerjaan administratif belaka, tetapi bagian dari panggilan iman yang dihidupi dalam persekutuan gereja. Usai pelantikan, diskusi bersama pengurus KKPD yang baru dilantik pun dilakukan. Percakapan tersebut membahas rencana kerja sepanjang tahun 2026, dengan semangat kolaborasi dan kesadaran konteks pelayanan di Maluku.
Menguatkan Kerja Sama Gereja dan Negara
Senin, 2 Februari 2026, agenda berfokus pada penguatan jejaring kelembagaan. Dr. Sigit Triyono, Diana Rampan, dan Indriyani Reski melakukan audiensi dengan Majelis Pengurus Harian (MPH) Sinode GPM. Pertemuan ini menegaskan kembali poin-poin kerja sama yang telah tertuang dalam draf Nota Kesepahaman (MoU). MPH Sinode GPM menyatakan komitmennya untuk mendukung dan melaksanakan kerja-kerja pelayanan LAI. Hadir mewakili MPH Sinode GPM, Pdt. Ricardo A. Rikumahu dan Penatua Phil M. Latumaerissa.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan audiensi ke Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku, khususnya dengan Bidang Bimas Kristen. Dalam pertemuan ini, LAI menjelaskan lingkup pelayanan dan mendiskusikan kemungkinan kerja sama pengadaan bantuan Alkitab bagi sekolah-sekolah yang difasilitasi pemerintah. Pihak Bimas Kristen Provinsi Maluku menyambut baik dan terbuka terhadap usulan tersebut. Hadir mewakili Bimas Kristen Kemenag Maluku, Jermias Maruanaya dan Carl H. Thenu.
Menyulam Harapan Bersama
Kunjungan ini menegaskan bahwa pelayanan LAI bertumbuh melalui relasi yang hidup—di ruang ibadah, ruang diskusi, maupun ruang kebijakan. Dari Ambon, pesan itu kembali digaungkan: Firman Tuhan bekerja ketika gereja, lembaga, dan negara mau berjalan bersama, menyulam harapan bagi generasi yang akan datang.
























