Ini Prancis, bukan Indonesia. Setiap bulan Maret, sebuah undangan bergema di seluruh Prancis: semangat untuk kembali membuka, membaca, dan menemukan inspirasi hidup dari Alkitab. Tahun 2026 semangat itu menguat kala lebih dari 200 toko buku di berbagai kota di Prancis ikut bergabung merayakan Bulan Alkitab 2026, sebuah gerakan nasional yang ingin menempatkan kembali Kitab Suci di tengah kehidupan publik.
Acara ini diselenggarakan bersama oleh Lembaga Alkitab Prancis, penerbit Bibli’O, dan Asosiasi Penerbit dan Toko Buku Rohani Prancis (SLLR). Bulan Alkitab 2026 menjadi event tahunan yang didedikasikan untuk mempromosikan Alkitab dalam beragam terjemahan dan media kepada khalayak luas.
Pesan Damai Bagi Dunia Yang Gelisah
Tema yang diangkat pada tahun 2026 terasa relevan dengan situasi zaman yang penuh ketidakpastian. Tema tersebut berbunyi: “Alkitab, Sumber Perdamaian” (La Bible, Source de Paix). Tema ini mengajak masyarakat untuk melihat kembali bagaimana pesan-pesan Alkitab dapat menghadirkan damai di tengah dunia yang sering dilanda konflik, perpecahan, dan kegelisahan.
Tema ini tidak dipilih secara kebetulan. Dalam banyak bagian Kitab Suci, pesan tentang perdamaian terus bergema. Untuk Bulan Alkitab 2026, panitia memilih sebuah ayat kunci dari Yakobus 3:18: "Dan buah kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai."
Ayat ini dicetak secara khusus pada pembatas buku yang dibagikan selama perayaan Bulan Alkitab. Sebuah kalimat sederhana, namun sarat makna: perdamaian bukanlah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Perdamaian perlu ditaburkan, dipelihara, dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui refleksi yang disediakan di situs resmi Bulan Alkitab, para pembaca diajak menyadari bahwa panggilan untuk menjadi pembawa damai sesungguhnya telah bergema sejak halaman pertama Kitab Suci. Dari kisah-kisah dalam **Kitab Kejadian hingga pengharapan eskatologis dalam Kitab Wahyu, pesan tentang damai senantiasa hadir sebagai benang merah yang menyatukan seluruh narasi Alkitab. Dan hingga hari ini, pesan itu tetap relevan—bahkan semakin penting—bagi kehidupan manusia modern.
Toko Buku yang Menghidupkan Alkitab
Salah satu keunikan Bulan Alkitab di Prancis adalah keterlibatan aktif toko-toko buku di sana. Selama bulan Maret, ratusan toko buku yang berpartisipasi tidak sekadar menjual buku, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan pengunjung dengan Kitab Suci.
Sebagian toko buku menghias etalase mereka dengan dekorasi kreatif yang menarik perhatian para pejalan kaki. Yang lain menyiapkan meja khusus yang dipenuhi berbagai edisi Alkitab dan buku-buku pendamping. Ada pula toko yang menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti ceramah, lokakarya, diskusi buku, hingga pertemuan kelompok studi Alkitab.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Lembaga Alkitab Prancis telah menyiapkan berbagai materi promosi yang dibagikan secara luas, antara lain:
· 800 poster
· 20.000 pembatas buku
· 22.000 kartu mewarnai
· 17.000 brosur
Semua materi ini tersedia secara gratis di toko-toko buku rohani yang berpartisipasi. Dengan cara ini, pengunjung tidak hanya membaca tentang tema perdamaian, tetapi juga dapat membawa pulang pengingat kecil yang menghubungkan mereka dengan pesan tersebut.
Refleksi Bersama tentang Perdamaian
Menjelang Bulan Alkitab, Lembaga Alkitab Prancis mengundang masyarakat untuk menjawab sebuah pertanyaan yang tampaknya sederhana namun mendalam:
“Bagaimana Alkitab menjadi sumber perdamaian bagi Anda?”
Pertanyaan ini mengundang banyak tanggapan dari berbagai kalangan. Sebagian orang menuliskan pengalaman pribadi mereka ketika menemukan penghiburan dalam firman Tuhan. Ada pula yang berbagi bagaimana ayat-ayat tertentu menolong mereka menghadapi pergumulan hidup, mengambil keputusan, atau memulihkan hubungan dengan sesama.
Beberapa jawaban terpilih kini dipublikasikan di situs resmi Bulan Alkitab. Kesaksian-kesaksian tersebut memperlihatkan bahwa bagi banyak orang, Alkitab bukan sekadar kitab kuno, melainkan sumber inspirasi yang hidup—yang menghibur, menuntun, dan memberi arah bagi kehidupan sehari-hari.
Dengan cara inilah Bulan Alkitab di Prancis tidak hanya menjadi sebuah kampanye literasi Alkitab, tetapi juga sebuah undangan spiritual. Sebuah ajakan untuk kembali membuka Kitab Suci dan menemukan bahwa di tengah dunia yang sering terasa bising dan penuh konflik, Alkitab tetap menghadirkan suara yang lembut namun kuat—suara yang mengajak manusia untuk menabur dan menghadirkan damai.
Diterjemahkan dari: ubscommunity.org























