Seruan dari Gunung Mas

Berita | 6 Jun 2026

Seruan dari Gunung Mas


"Tidak semua keluarga bisa membaca firman Tuhan di rumah mereka sendiri."

Di Gunung Mas, kami bertemu dengan warga jemaat yang harus berbagi satu Alkitab dengan warga jemaat lainnya. Bahkan, ada anak-anak yang belum pernah memiliki Alkitab sepanjang hidup mereka.

 

Pada akhir Mei 2026, tim dari Lembaga Alkitab Indonesia melakukan perjalanan pelayanan ke wilayah Kabupaten Gunung Mas dalam rangka sosialisasi Program Satu Dalam Kasih (SDK) dan Program Tuntas Baca KBUA.

 

Perjalanan kami dimulai dari Palangka Raya menuju Kecamatan Sepang didampingi Pdt. Dein G. Narang, M.Th, Ketua Perwakilan Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di Kabupaten Gunung Mas. Sepanjang perjalanan, hamparan rawa Kalimantan tampak membentang luas tenang di permukaan, namun menyimpan banyak cerita yang jarang terdengar. Sebagian besar masyarakat Gunung Mas menggantungkan hidup pada sektor penambangan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan mereka.

 

Di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang, gereja tetap hadir untuk mendampingi jemaat dan menguatkan kehidupan rohani mereka. Dalam berbagai percakapan, kami mendengar bagaimana para pendeta terus berjuang menjaga agar firman Tuhan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan jemaat. Mereka menyadari bahwa tantangan zaman terus berubah, namun kebutuhan akan firman Tuhan tidak pernah berubah. Kami bertemu para pendeta yang setia melayani di tengah berbagai keterbatasan. Kami mendengar kisah jemaat yang tetap setia beribadah, meskipun belum tentu memiliki Alkitab sendiri.

 

Di sebuah jemaat, kami melihat satu Alkitab dibuka bersama-sama. Beberapa orang mengelilinginya, membaca bergantian dengan pelan, seolah tidak ingin kehilangan satu kata pun. Di tempat lain, Alkitab lama yang sudah lusuh tetap dipakai. Beberapa halamannya mulai terlepas, namun tetap dibaca dengan setia karena tidak ada pilihan lain.

 

Dari Sepang perjalanan berlanjut menuju Kecamatan Damang Batu, tepatnya ke GKE Tumbang Marikoi. Medan yang dilalui tidak mudah. Jalanannya dari tanah merah, melewati jembatan yang mulai rapuh, serta jalur licin dan berlumpur saat hujan turun. Namun setibanya di sana, kami disambut dengan kehangatan yang sama. Dalam pertemuan tersebut, Pdt. Sri Hartati selaku Ketua Resort Tumbang Marikoi menyampaikan kesaksian yang menguatkan. Menurut beliau, para pelayan Tuhan tetap bertahan di tengah pergumulan karena keyakinan bahwa firman Tuhan harus terus disebarkan, sesulit apa pun medan yang harus dihadapi.

 

Dari wilayah ini pula, kami mendengar bahwa salah satu penerjemah Alkitab bahasa Dayak Ot  Danum yang saat ini dalam proses penyelesaian berasal dari daerah tersebut. Hal ini menjadi sebuah pengingat bahwa dari tempat yang jauh, Tuhan tetap memanggil orang-orang untuk ambil bagian dalam pekerjaan besar-Nya.

 

Kerinduan yang sama juga disampaikan oleh Camat Damang Batu, Bapak Boby, S.STP., M.Si. Ia melihat bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah menurunnya minat membaca anak-anak akibat pengaruh gadget. Ia juga menyampaikan bahwa pihak kecamatan siap mendukung program LAI dalam menolong jemaat melalui Program SDK dan Tuntas Baca KBUA, sebagai bagian dari upaya bersama agar firman Tuhan semakin hidup di tengah masyarakat.

 

Dari Damang Batu kami melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Hulu Kahayan. Di GKE “Gawi Asi” Jemaat Tumbang Miri, para pendeta dan majelis berkumpul dengan satu kesadaran yang sama bahwa kerinduan akan firman Tuhan masih menyala, tetapi belum semua orang mampu memilikinya.

 

Di GKE “Bohot Bahua” Jemaat Tumbang Napoi, Pdt. Medianto membagikan kondisi jemaatnya. Masih banyak keluarga yang belum memiliki Alkitab pribadi. Sebagian menggunakan Alkitab seadanya, sementara yang lain masih bertahan dengan Alkitab lama yang telah rusak di sana-sini. Gereja berusaha menjawab kebutuhan ini, bahkan dengan memberikan Alkitab kepada pasangan yang menikah. Namun, kebutuhan yang ada masih jauh lebih besar. Pergumulan yang sama juga terlihat dalam diri generasi muda. Anak-anak Tumbang Napoi saat ini semakin bergantung dengan gadget mereka, tetapi semakin jauh dari kebiasaan membaca firman Tuhan.

 

Pdt. Dein G. Narang, M. Th kembali mengingatkan bahwa Alkitab tetap merupakan fondasi kehidupan gereja, dan gereja perlu membangun generasi muda melalui firman Tuhan sejak dini.

Di GKE “Batang Pambelum” Jemaat Tewah hingga Kuala Kurun, kami melihat hal yang sama: gereja-gereja dari berbagai denominasi berkumpul, dengan satu kerinduan agar firman Tuhan tetap hidup di tengah generasi berikutnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, tim LAI juga bertemu dengan Bupati Gunung Mas, Bapak Jaya Samaya Monong yang didampingi istrinya, Ibu Mimie Mariatie Monong. Beliau menyampaikan dukungan terhadap Program SDK dan Tuntas Baca KBUA, bahkan secara pribadi memberikan donasi khusus sebagai bentuk kepedulian terhadap pelayanan firman Tuhan di wilayah Gunung Mas.

 

Bapak Jaya menyampaikan bahwa perjalanan hidup dan kepemimpinannya tidak terlepas dari penyertaan Tuhan dan firman-Nya. Semua pertemuan ini memperlihatkan satu kenyataan yang sama: kebutuhan akan firman Tuhan masih sangat besar. Ini bukan tentang kurangnya iman. Ini tentang keterbatasan yang nyata. Keterbatasan dari sisi ekonomis, maupun geografis.

 

Seorang pelayan Tuhan yang kami temui menyampaikan dalam kalimat  sederhana: “Kami rindu anak-anak kami mengenal dan mencintai firman Tuhan, tapi kami tidak punya cukup Alkitab.”

Melalui Program Satu Dalam Kasih (SDK) dan Program Tuntas Baca KBUA, ada satu harapan yang sedang dibangun bahwa nantinya setiap keluarga dapat memiliki Alkitab, setiap anak dapat membaca dan mengenal firman Tuhan, dan setiap generasi dapat bertumbuh di atas dasar yang benar.

Namun harapan itu tidak mungkin berjalan sendiri. Hari ini, sahabat-sahabat Alkitab, mitra pelayanan LAI, bisa menjadi bagian dari jawaban doa mereka. Setiap dukungan yang Saudara berikan adalah kesempatan bagi seorang anak untuk membaca firman Tuhan untuk pertama kalinya, dan bagi sebuah keluarga untuk membangun hidup mereka di atas dasar yang kokoh. Tanpa dukungan Anda, kerinduan ini bisa berhenti sebatas mimpi atau kerinduan semata.

 

Dari Gunung Mas, kami kembali membawa sebuah seruan. Mari bersama mengambil bagian. Bagi sebagian orang, memiliki Alkitab bukanlah hal yang biasa. Itu adalah jawaban doa mereka. Satu dukungan saudara hari ini dapat menghadirkan firman Tuhan di satu keluarga

“Biarlah setiap keluarga memiliki firman Tuhan, setiap anak mengenal kasih-Nya, dan setiap generasi bertumbuh di atas dasar yang kokoh, yaitu Alkitab.”

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia