Pada Minggu, 24 Mei 2026, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) mengadakan Pertemuan Mitra LAI Magelang yang berlangsung pukul 18.00 WIB di GKI Pajajaran. Pertemuan ini dihadiri oleh 16 peserta yang merupakan perwakilan dari 10 denominasi gereja di wilayah Magelang. Tim LAI yang hadir dalam kegiatan ini adalah Ibu Caroline Marlissa selaku Kepala Bagian Penggalangan Dukungan (PD) Massal dan Digital serta Sdri. Bonita Panjaitan sebagai Staf PD.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Caroline Marlissa memaparkan berbagai pelayanan yang dilakukan LAI, memperkenalkan Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) LAI, serta mengajak para peserta untuk semakin terlibat dalam pelayanan penyebaran Firman Tuhan. Pertemuan ditutup dengan pemutaran video Berbagi Kasih Sampai Ujung Bumi, yang mengisahkan perjuangan almarhum Bapak Paulus dan istrinya dalam menjawab kerinduan umat di daerah pedalaman untuk memiliki Alkitab. Kisah tersebut tampak menyentuh hati para peserta yang hadir dan membangkitkan kepedulian mereka terhadap kebutuhan umat akan Firman Tuhan.
Kisah tersebut tampak menyentuh hati para peserta yang hadir dan membangkitkan kepedulian mereka terhadap kebutuhan umat akan Firman Tuhan. Salah satu tanggapan disampaikan oleh Ibu Gembala dari GSJA Imanuel yang menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan LAI. Beliau mengatakan, “Ya, pelayanan LAI sungguh baik.” Pernyataan singkat tersebut mencerminkan dukungan dan penghargaan terhadap pelayanan LAI yang selama ini terus berupaya menghadirkan Firman Tuhan bagi umat di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Bapak Djudjun, salah satu Mitra LAI yang telah lama melayani bersama LAI, menceritakan perjalanan pelayanannya. Beliau sebelumnya merupakan anggota jemaat GKI Cawang dan kini beribadah di GKI Pajajaran Magelang. Saat masih bekerja di BPK Penabur Jakarta, beliau terlibat dalam program yang mengajak anak-anak untuk belajar memberi dengan sukarela melalui kotak persembahan yang tersedia di setiap kelas. Hasil persembahan dari anak-anak ini untuk mendukung penyebaran Alkitab. Selain itu, beliau juga pernah mengikuti perjalanan Satu Dalam Kasih (SDK) ke daerah pedalaman, sehingga memahami secara langsung beratnya medan yang harus ditempuh serta keterbatasan yang dihadapi jemaat dalam memperoleh Alkitab.
Beliau menambahkan, “Kalau di sini banyak orang sudah menggunakan gadget untuk membaca Alkitab, berbeda dengan saudara-saudara kita di pedalaman yang masih mengalami kesulitan sinyal. Karena itu, Alkitab fisik tetap menjadi pegangan utama mereka dalam bertumbuh di dalam Firman Tuhan.”
Pertemuan malam itu menghasilkan satu langkah penting, yaitu kesepakatan untuk membentuk grup Tim Formatur sebagai tahap awal pembentukan KKPD LAI Magelang. Diharapkan tim ini dapat menjadi motor penggerak bagi terbentuknya wadah kerja sama antar gereja dalam mendukung pelayanan LAI di wilayah Magelang.
Selain Pertemuan Mitra LAI, pada hari yang sama tim LAI juga melaksanakan presentasi Program Satu Dalam Kasih (SDK) di empat gereja, yaitu GKI Pajajaran, GKI Muntilan, GSJA Imanuel, dan GIA Magelang.
Sebelumnya, pada Juni 2025, LAI juga telah menyelenggarakan Pertemuan Mitra LAI Magelang. Meskipun jumlah peserta yang hadir saat itu lebih sedikit dibandingkan pertemuan tahun ini, pertemuan tersebut telah menghasilkan komitmen dari lima gereja di Magelang untuk menjalankan program Baca Tuntas Kabar Baik untuk Anak (KBUA). Walaupun pembentukan KKPD belum dapat direalisasikan pada saat itu, benih-benih kerja sama yang telah terjalin menjadi fondasi yang baik bagi langkah-langkah pelayanan yang terus berkembang hingga saat ini. (bonita)
























