JAKARTA — Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menerima kunjungan Pdt. Billy Lantang di Gedung Pusat Alkitab, Salemba, Jakarta. Pertemuan yang dihadiri oleh Sekretaris Umum LAI Sigit Triyono, Komisi LAI Chandradi Halim, serta Kepala Departemen Komunikasi & Kemitraan Erna Yulianawati ini membahas sejarah panjang pelayanan Alkitab serta membuka peluang kolaborasi strategis bagi generasi muda.
Dalam pemaparannya, Sigit Triyono menjelaskan betapa rumit dan telitinya proses penerjemahan Alkitab. Pengerjaan Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua (TB 2), misalnya, memakan waktu hingga 15 tahun. Ia menepis anggapan keliru bahwa Alkitab bahasa Indonesia diterjemahkan dari bahasa Inggris, melainkan diterjemahkan langsung dari bahasa aslinya, yaitu Ibrani, Aram, dan Yunani.
Selain itu, LAI memaparkan bahwa kebutuhan Alkitab cetak di Indonesia masih sangat tinggi, yakni mencapai 60 persen. Faktor usia, kondisi geografis, hingga tradisi bergereja seperti di Papua—di mana Alkitab fisik menjadi simbol identitas iman—menjadi alasan utama Alkitab cetak tetap dicari. Misi LAI juga melingkupi penerjemahan bahasa isyarat, format Braille, audio, hingga Program Pembaca Baru Alkitab (PBA) untuk membantu masyarakat daerah terpencil membaca firman Tuhan secara mandiri.
Mendengar kerja nyata tersebut, Pdt. Billy Lantang menilai informasi mendalam ini perlu disampaikan secara luas kepada jemaat, khususnya Generasi Z. Menurutnya, ketika umat tahu ada usaha besar di balik Alkitab yang mereka pegang, mereka akan lebih menghargainya. Guna memperluas jangkauan edukasi ini, Pdt. Billy menyambut antusias kerja sama melalui kanal media sosial pribadinya serta podcast Billy Coffee Table. Ia siap memfasilitasi pihak LAI untuk menjadi narasumber agar misi penyebaran Alkitab makin dikenal luas. Pdt. Billy juga membagikan pengalamannya menjadi Brand Ambassador Mission Aviation Fellowship (MAF) Indonesia untuk membantu organisasi pelayanan menjangkau audiens modern.
Sebagai puncak acara, Pdt. Billy Lantang resmi diangkat sebagai Mitra Kehormatan sekaligus Duta LAI, yang ditandai dengan pemasangan pin oleh Sigit Triyono. Beliau juga menerima Alkitab Parenting yang dirancang sebagai panduan pola asuh keluarga berbasis Firman Tuhan.
"Membaca Alkitab bukan lagi sekadar keharusan, tetapi harus menjadi lifestyle. Ketika itu menjadi gaya hidup, kita akan terus rindu membaca dan menghidupi firman Tuhan setiap hari," ujar Pdt. Billy.
Melalui kolaborasi ini, LAI berharap semakin banyak jemaat dan generasi muda tergerak untuk mencintai Alkitab serta mendukung penyebaran Firman Tuhan hingga ke pelosok Indonesia. (stefani)
























