Lampung Tengah, 5–9 Oktober 2026 — Sebanyak 5.707 bahan bacaan Alkitab disalurkan melalui Program Satu Dalam Kasih (SDK) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) di Lampung Tengah. Distribusi ini menjangkau jemaat lintas gereja, sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan iman masyarakat Kristen di tanah transmigrasi perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bantuan tersebut terdiri atas 3.000 Alkitab dewasa, 1.400 Alkitab Anak, 1.100 Komik Alkitab, dan 207 Alkitab untuk warga lanjut usia (lansia). Dalam pelaksanaannya, tim LAI didampingi Pdt. Kurniawan Diwanto Wijaya dari GKSBS Bandar Jaya dan Pdt. Andri Saragih dari Gereja Kristen Sumatra Bagian Selatan (GKSBS) Seputih Mataram, yang juga menjabat Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGID) Lampung Tengah.
Sebelum memulai kegiatan penyebaran Alkitab, tim melakukan persiapan dan koordinasi di pastori GKSBS Bandar Jaya. Dari sana, tim kemudian bergerak ke sejumlah gereja, antara lain GKSBS Bandar Jaya, Seputih Agung, Maranatha Kota Gajah, Padang Ratu, Kota Gajah, Seputih Surabaya, Bandar Mataram, serta GPIB Tiberias dan HKBP Gotong Royong.
Firman yang Menjembatani Generasi
Lampung Tengah memiliki sejarah panjang perpindahan penduduk dari Pulau Jawa. Sejak dekade 1930-an, keluarga-keluarga transmigran datang untuk membuka lahan dan membangun kehidupan baru. Di tengah kerja keras tersebut, sebagian keluarga Kristen merintis persekutuan sederhana, bahkan dengan menggunakan Alkitab berbahasa Jawa yang dipinjam dari orang lain.
Paryono, sesepuh yang menyaksikan perjalanan gereja sejak dekade 1980-an, berharap Alkitab yang diterima dapat memperkuat iman generasi muda.
“Harapan terbesar saya, Alkitab ini dapat menjadi penopang iman bagi umat Kristiani di Lampung, khususnya bagi anak-anak, remaja, dan keluarga muda,” tuturnya. Ia berharap mereka semakin memahami firman Tuhan dan hidup dalam iman kepada Yesus Kristus.
Harapan serupa disampaikan Maartje Helen Dias, istri Pdt. Riyadi Basuki dari GKSBS Maranatha, Kota Gaja. Selama enam tahun bermitra dengan LAI melalui program SDK, ia menyaksikan bantuan Alkitab menjangkau berbagai wilayah Indonesia.
“Puji Tuhan, hari ini kasih itu akhirnya sampai juga ke Sumatera, khususnya di tempat kami di Lampung Tengah. Kami sangat bersukacita dan senang sekali bisa menerima Alkitab dari LAI,” ungkapnya.
Iman yang Bertumbuh di Tengah Pergumulan
Perjalanan distribusi juga memperlihatkan keberagaman latar belakang jemaat. Di Padang Ratu, perjumpaan masyarakat Sunda dan Jawa Timur, termasuk keturunan warga Kristen dari Jember, membentuk kehidupan bergereja yang tumbuh bersama di tanah perantauan.
Sementara itu, di wilayah Seputih Surabaya, Pdt. P. Silitonga, gembala GPdI El Shaddai Gaya Baru, menggambarkan pergumulan jemaatnya yang terdiri atas 27 kepala keluarga. Tantangan ekonomi dan musim kemarau memengaruhi kehidupan para buruh tani. Gereja mereka bahkan pernah mengalami musibah kebakaran akibat penggunaan lilin saat listrik padam. Di tengah segala keterbatasan itu, ia berharap Alkitab menjadi bagian penting dalam pertumbuhan iman jemaat.
“Doa dan kerinduan kami, melalui Alkitab yang kini berada di tangan jemaat, mereka akan semakin rindu untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan yang adalah isi hati Allah sendiri,” katanya.
Perjalanan sepanjang lima hari ini menunjukkan bahwa pelayanan Alkitab bukan semata-mata tentang penyaluran buku. Di balik setiap Alkitab yang diterima, ada keluarga yang berharap, jemaat yang bertahan, dan generasi yang sedang dipersiapkan. Melalui Program SDK, LAI berharap firman Tuhan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Lampung Tengah—dibaca, direnungkan, dan diwariskan sebagai sumber pengharapan di tengah perubahan zaman. (perlando)
























