Semua orang pernah berbuat apa yang salah di mata Tuhan. Tidak ada manusia yang luput dari dosa, sehingga pertanyaan yang tepat adalah apa yang harus kita lakukan saat jatuh didalam dosa? Melakukan pembenaran-pembenaran diri atau bertobat dan berbalik kepada Allah? Allah menyuruh kepada Yehezkiel sebuah pesan bagi orang-orang sebangsanya. Pesan itu ditujukan kepada seluruh umat Israel, baik yang berada di pembuangan maupun yang tertinggal di Yerusalem bahwa Allah menginginkan umatnya agar selalu hidup dalam kebenaran. Ia merindukan pertobatan dari umatnya, bahkan Ia menegaskan bahwa sebaik-baiknya orang pasti pernah berbuat kesalahan dan dosa dalam hidupnya. Akibatnya manusia jangan berdiam dalam pembenarannya sendiri. Menariknya pertobatan yang Allah inginkan bukan hanya terkait kesalehan-kesalehan pribadi yang harus diupayakan kepada setiap orang. Melainkan juga terkait aspek-aspek sosial kemasyarakatan. Salah satunya adalah mengupayakan keadilan bagi setiap orang. Penindasan tidak boleh dilakukan atas dasar apapun. Maka kita dapat melihat bahwa pesan pertobatan kepada Yehezkiel adalah pesan pertobatan yang holistik tentang bagaimana berelasi dengan Allah dan sesama manusia.
Sahabat Alkitab, marilah mengupayakan pertobatan senantiasa di dalam hidup kita. Setiap kita pasti pernah berbuat kesalahan dan dosa, untuk itu setiap orang perlu dengan rendah hati mengakui kesalahan dan dosanya dihadapan Allah serta melakukan pertobatan yang nyata dalam bentuk kata-kata dan tindakan yang kita lakukan di kehidupan sehari-hari. Hal ini penting karena banyak dari kita menganggap bahwa pertobatan hanyalah mengenai ‘aku dan Tuhan’, padahal pertobatan juga mengenai ‘aku dan sesamaku’.