Setiap manusia senantiasa terlibat dalam kehidupan bersama dengan orang lain. Hal tersebut adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan kita. Namun adakalanya pelaksanaan kehidupan bersama tersebut justru diwarnai dengan beragam konflik atau ketidaksepahaman yang tidak dikelola dengan baik. Akibatnya berkat Tuhan tidak lagi kita rasakan dalam komunitas. Lingkungan kehidupan bersama, baik itu di keluarga, lingkungan rumah, kantor, bahkan gereja menjadi sebuah situs yang tidak lagi mendatangkan sukacita.
Pemazmur mengajak kita untuk menghidupi kehidupan bersama dalam ikatan cinta kasih dan kerukunan dengan sesama. Agar hal tersebut terwujud maka yang pertama kali diupayakan adalah kesatuan sebagai sesuatu yang baik dan indah. Pemunculan kata “baik” dan “indah” cukup menarik untuk diperhatikan. Keduanya bukan sekedar kata sifat yang abstrak melainkan sebuah bentuk tindakan yang nyata serta dirasakan dalam hidup sehari-hari. Penggambaran kondisi tersebut diterangkan dengan dua gambaran. Gambaran pertama dikaitkan dengan minyak. Dalam budaya Yahudi, minyak menjadi elemen penting dalam sebuah pesta. Minyak melambangkan sukacita. Namun minyak yang digunakan disini bukan sekedar minyak yang biasa melainkan minyak yang “baik” dan berharga. Rujukan dari minyak tersebut kemungkinan besar minyak khusus untuk para imam. Seperti itulah keberhargaan sebuah kebersamaan.
Gambaran kedua terkait embun. Dengan metafora digunakanlah gambaran embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung Sion. Tentu saja bukan secara harfiah, melainkan merujuk kepada sumber air yang terus memberi kehidupan dari sana. Menjadi sumber air bagi sungai Yordan. Hal ini menggambarkan betapa kerukunan dan kebersamaan dalam komunitas menjadi sumber yang menghidupkan dan menggairahkan. Bukankah itu yang seringkali kita alami dalam kehidupan sehari-hari? Komunitas yang tercerai berai karena konflik yang tak kunjung diselesaikan seringkali berubah menjadi tempat yang sangat tidak nyaman, sementara kehidupan bersama yang dihidupi dalam kerukunan seolah-olah membuat kita selalu rindu kembali kesana. Maka upayakanlah kesatuan dan kerukunan dalam kehidupan bersama yang kita miliki dalam segala lingkup. Rendahkanlah hati dan berilah ruang bagi sesama dalam cinta kasih.

























