“Sejarah Ditulis oleh Pemenang?”  

Renungan Harian | 25 Mei 2026

“Sejarah Ditulis oleh Pemenang?”  

Beberapa tahun terakhir, dunia berkali-kali dikejutkan oleh dokumen sejarah yang baru dibuka untuk publik. Ada arsip perang, catatan politik, dan kesaksian korban yang ternyata tidak sepenuhnya sejalan dengan narasi resmi yang selama ini dipercaya. Banyak hal yang dahulu dianggap sebagai “kebenaran sejarah” perlahan mulai dipertanyakan kembali. Karena itu, pepatah terkenal “sejarah ditulis oleh para pemenang” pun tidak lagi terdengar sepenuhnya mutlak. Sebab ternyata, para pemenang memang bisa menguasai cerita untuk sementara waktu, tetapi mereka tidak selalu mampu menguasai kebenaran selamanya.

 

Dalam Yesaya 14:24-32, kita melihat bangsa-bangsa besar seperti Asyur, Babel, dan Filistea yang pernah tampil sebagai penguasa sejarah. Mereka tampak begitu kuat, menentukan arah politik dunia, bahkan merasa masa depan bangsa-bangsa lain berada di tangan mereka. Asyur pernah menghancurkan Israel Utara dan menebar ketakutan melalui kekuatan militernya. Babel kemudian tampil sebagai simbol kejayaan dan kesombongan imperium yang merasa dirinya pusat dunia. Sementara Filistea, musuh lama Israel, tampaknya bersukacita ketika melihat perubahan politik yang mereka kira menguntungkan mereka. Namun di tengah semua itu Yesaya menyampaikan sesuatu yang mengejutkan, bahwa kerajaan-kerajaan besar itu ternyata tidak benar-benar memegang kendali atas sejarah.

 

Karena itu Tuhan berkata, “Sesungguhnya seperti yang Kurencanakan, demikianlah akan terjadi”. Kalimat ini menjadi pusat dari seluruh perikop kali ini. Seolah Yesaya ingin menunjukkan bahwa pada akhirnya sejarah tidak digerakkan oleh ambisi raja-raja, kekuatan militer, ataupun propaganda para penguasa. Bangsa-bangsa besar mungkin dapat menulis prasasti kemenangan mereka sendiri, membangun monumen kejayaan, atau mengendalikan narasi politik zamannya. Namun waktu terus bergerak, dan pada akhirnya sejarah berkali-kali memperlihatkan bahwa tidak ada imperium yang benar-benar abadi.

 

Bukankah pola seperti ini juga terus terlihat hingga hari ini? Dunia saat ini masih dipenuhi manusia dan sistem yang ingin menguasai narasi. Media, kekuasaan, popularitas, bahkan algoritma digital sering menentukan siapa yang didengar dan siapa yang dilupakan. Ada pihak yang tampak selalu menang, dominan, dan seolah mampu menentukan “kebenaran” bagi banyak orang. Namun semua ini justru mengingatkan kita bahwa kuasa manusia selalu ada batasnya.

 

Sahabat Alkitab, kita hidup di tengah zaman ketika berbagai narasi tentang sejarah, tokoh bangsa, dan masa lalu terus diperdebatkan dan dibentuk ulang. Ada begitu banyak informasi, opini, dan kepentingan yang saling berebut ruang di media dan dunia digital, sehingga kadang manusia lebih sibuk mempertahankan citra daripada mencari kebenaran itu sendiri. Dalam situasi seperti ini, firman Tuhan mengajak kita untuk tetap memiliki hati yang jernih dan rendah hati. Sebab di hadapan Tuhan, yang paling penting bukanlah siapa yang paling berhasil membangun nama besar dalam sejarah manusia, melainkan siapa yang tetap hidup dalam kebenaran, keadilan, dan kasih.


Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia