Menjaga Kemanusiaan Kita Bersama

Renungan Harian | 30 Mei 2026

Menjaga Kemanusiaan Kita Bersama

Belakangan ini, kita semakin sering melihat berbagai berita tentang kekerasan jalanan, aksi main hakim sendiri, konflik horizontal, hingga kemarahan publik yang mudah meledak di media sosial. Di tengah situasi seperti itu, muncul pula kampanye seperti “Rakyat jaga rakyat,” seolah menjadi tanda bahwa banyak orang mulai merasa lelah, kecewa, dan kehilangan rasa percaya terhadap sistem yang seharusnya melindungi mereka. Ketika masyarakat terus hidup dalam tekanan, ketidakadilan, dan rasa tidak aman, manusia perlahan menjadi lebih mudah curiga, mudah marah, dan sulit berbelas kasih. Pada titik itulah, yang retak bukan hanya sistem sosial, tetapi juga relasi antar manusia. Orang tidak lagi hadir sebagai sesama yang saling menopang, melainkan sebagai pihak yang saling berhadapan.

 

Yesaya 19 berbicara dalam situasi yang tidak jauh berbeda. Nubuat ini ditujukan kepada Mesir, sebuah peradaban besar yang dikenal karena kekuatan politik, ekonomi, dan kebudayaannya. Namun di balik kemegahan itu, Yesaya menggambarkan sebuah negeri yang sedang runtuh dari dalam. Masyarakat mulai terpecah, para pemimpin kehilangan arah, para penasihat menjadi bingung, dan sendi-sendi kehidupan perlahan melemah ketika simbol kehidupannya, yaitu Sungai Nil, mengering. Yang sedang terjadi bukan sekadar krisis politik, melainkan krisis kemanusiaan.

 

Yesaya memperlihatkan bagaimana sebuah masyarakat dapat kehilangan daya untuk menjaga sesamanya ketika rasa takut dan kepentingan diri lebih dominan daripada kepedulian terhadap orang lain. Dalam tekanan dan frustasi kolektif, manusia mudah melampiaskan kemarahan, mencari kambing hitam, dan kehilangan kepekaan terhadap sesama. Akibatnya, relasi sosial perlahan berubah dari ruang saling menjaga menjadi ruang pertarungan. Di titik inilah pesan Yesaya menjadi sangat relevan: kehancuran sebuah bangsa tidak selalu dimulai dari serangan musuh dari luar, tetapi sering kali dari hati manusia yang kehilangan kasih, kepercayaan, dan kemampuan untuk melihat sesamanya sebagai manusia.

 

Sahabat Alkitab, di tengah dunia yang semakin mudah dipenuhi amarah dan prasangka, firman Tuhan mengajak kita untuk tetap memelihara hati yang lembut. Iman bukan hanya soal kehidupan pribadi, tetapi juga tentang menjaga kemanusiaan di tengah dunia yang perlahan kehilangan kepedulian. Kiranya Tuhan menolong kita agar tidak larut dalam budaya yang mudah menghakimi dan menyerang, melainkan tetap menjadi pribadi yang menghadirkan keteduhan, keadilan, dan kasih bagi sesama.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia