Pesan kebenaran Tuhan bagaimanapun akan memperoleh cara dan momentumnya untuk menyapa dan menyentuh hati setiap orang. Sebab Allah adalah Sang Penguasa pemilik semesta yang menggunakan berbagai cara untuk menyapa bahkan menegur umat-Nya. Itulah yang terjadi dalam bacaan kita kali ini.
Allah memerintahkan Nabi Yeremia untuk kembali menyatakan pesan-Nya kepada umat. Menariknya Allah memerintahkannya untuk berdiri di pintu gerbang Yerusalem, terkhusus secara spesifik di “pintu gerbang anak rakyat”. Semua orang melalui jalur tersebut. Mulai dari kaum bangsawan hingga rakyat pada umumnya. Disanalah pesan Tuhan harus disampaikan. Kali ini inti pesan Tuhan adalah ajakan untuk bertobat dari penyelewengan pemaknaan dan pelaksanaan sabat. Bayangkanlah bahwa sabat yang begitu ditekankan oleh Allah sebagai bentuk penghormatan bagi-Nya, justru dipakai untuk meraup keuntungan. Mereka justru berdagang saat sabat tiba. Mereka begitu takut kehilangan momentum dan harta benda, sehingga berani untuk melanggar perintah-Nya. Mengingatkan kita pada manusia di zaman ini yang juga tidak gentar meraup keuntungan dengan berbagai cara tanpa sedikitpun menghiraukan keberadaan-Nya.
Maka Allah memanggil umat-Nya untuk kembali kepada-Nya, jika tidak menghendaki penghukuman Allah datang kepada-Nya. Dengan demikian yang dapat kita lakukan saat ini adalah turut mengevaluasi serta merenungkan hidup kita sehari-hari. Apakah hidup kita didorong oleh rasa takut dan hormat kepada Allah, ataukah dalam hidup ini hanya pengejaran materi saja yang menjadi pedoman kita. Sesungguhnya Allah memanggil segenap umat-Nya untuk hidup dalam relasi serta pengenalan yang benar dengan Dia. Maka arahkanlah hati kita sepenuhnya kepada Allah.
























