Bulan Doa Alkitab

Artikel | 27 Jun 2026

Bulan Doa Alkitab


Setiap tahunnya di bulan September, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan mitra-mitranya gereja-gereja di Indonesia merayakan Bulan Doa Alkitab (BDA). Tradisi perayaan ini bukan dimulai oleh LAI, tetapi LAI melanjutkan tradisi umat Kristen sedunia yang  sudah berumur ratusan bahkan ribuan tahun.

 

Di zaman dahulu, setiap tahun orang Yahudi bersama-sama orang bukan Yahudi yang takut akan Tuhan berkumpul di Pulau Faros di Laut Tengah guna mengadakan perayaan syukur atas tersedianya Alkitab dalam bahasa yang mereka mengerti dan pahami.  Alkitab yang dimaksud itu adalah Alkitab Septuaginta, yaitu Alkitab bahasa Yunani yang diterjemahkan dari Alkitab dalam bahasa Ibrani. Orang-orang Yahudi di perantauan pada masa itu sudah tidak mengerti lagi bahasa Ibrani, dan sudah memakai bahasa Yunani sebagai bahasa percakapan sehari-hari.  Maka, kehadiran Alkitab dalam bahasa yang dapat mereka pahami disambut dengan penuh syukur dan sangat meriah.

 

Melanjutkan tradisi yang dimulai di Pulau Faros, LAI mengajak seluruh umat Kristen di Indonesia beribadah dan menaikkan syukur atas tersedianya Alkitab dalam bahasa yang dapat dimengerti, yang menuntun umat kepada hidup baru di dalam Tuhan.

 

Dalam rangka menyambut Bulan Doa Alkitab 2026, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) mengusung tema pelayanan “Sabda Ilahi Menginspirasi Budaya Digital” (Yoh 1:14, TB-2). Melalui tema ini, gereja-gereja dan umat Tuhan diajak untuk menyadari bahwa Firman Allah tidak berhenti bekerja di masa lalu, tetapi terus hadir dan berkarya di tengah perubahan zaman, termasuk era digital yang kita hidupi saat ini.

 

Dunia digital dengan segala peluang dan tantangannya dapat menjadi ruang kesaksian, jika dipenuhi oleh nilai-nilai Injil. Teknologi bukan sekadar alat komunikasi, tetapi sarana pewartaan, pendidikan iman, dan perwujudan kasih Allah. Oleh karena itu, gereja dipanggil bukan untuk menjauhi perkembangan teknologi, melainkan untuk menghadirkan terang Kristus di dalamnya.

Tema ini juga mengingatkan kita akan pentingnya inklusivitas dalam pelayanan firman. Di tengah kemajuan teknologi, gereja dipanggil untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki akses kepada Alkitab dalam bahasa yang dapat mereka pahami, termasuk saudara-saudari kita, para sahabat tuli.

 

Sekalipun sering tidak terlihat, jumlah orang tuli di Indonesia cukup besar. Menurut Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo), terdapat lebih dari 2,5 juta orang tuli di Indonesia. Sering kali muncul pertanyaan dari orang yang bisa mendengar, “Mengapa perlu Alkitab dalam bahasa Isyarat?” “Bukankah orang tuli bisa membaca karena mereka bisa melihat?”

 

Pertanyaan ini lahir dari pemahaman yang keliru. Bahasa Isyarat memiliki struktur kalimat dan tata bahasa yang berbeda dari Bahasa Indonesia tertulis. Banyak teman tuli harus mempelajari dua bahasa sekaligus: Bahasa Isyarat sebagai bahasa pertama, dan Bahasa Indonesia tertulis sebagai bahasa kedua.

Oleh karena itu, memahami teks tertulis tidak selalu semudah yang dibayangkan. Dalam konteks ini, kehadiran Alkitab dalam bahasa Isyarat menjadi penting agar teman-teman tuli dapat mengenal dan memahami Tuhan secara lebih utuh dan mendalam.

 

Selama ini, fokus dari lembaga-lembaga penerjemahan Alkitab di berbagai belahan dunia adalah suku-suku terabaikan yang seringkali tinggal di pelosok-pelosok pedalaman yang jauh. Tetapi merekatidak sadarkalau di sekitar mereka, di dekat mereka, ada kelompok orang yang juga merindukan Firman Tuhan dalam bahasa mereka sendiri, yaitu orang-orang tuli dengan Bahasa Isyarat yang mereka mengerti.

 

Menyadari fakta ini, LAI akan segera melakukan penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Isyarat. Tentu saja, mengingat bagaimana kondisi Bahasa Isyarat di Indonesia saat ini, ini adalah sebuah proyek jangka panjang yang tidak akan berjalan mudah. Namun demikian, kita harus tetap melakukannya.

 

Setelah tahun sebelumnya LAI menerjemahkan Cerita-cerita Alkitab dalam bahasa Isyarat, mulai 2026 ini LAI mengerjakan penerjemahan Perjanjian Baru dalam bahasa Isyarat, dimulai dari Injil Lukas. Dukungan dari Sahabat-sahabat Alkitab akan memungkinkan para Sahabat Tuli berjumpa dengan firman Tuhan dalam bahasa yang mereka mengerti dan pahami, lebih dekat dengan Kristus Juru Selamat mereka, dan menjalani hidup baru yang penuh pengharapan di dalam Tuhan.

Marilah kita bersama menjadi rekan sekerja Tuhan menyatakan kebaikan-Nya di tengah dunia, juga di antara sahabat tuli Kristiani di Indonesia. 

 

Catatan:
Bagi gereja dan persekutuan-persekutuan yang memerlukan link (tautan) Tata Ibadah Minggu BDA 2026 dan Panduan Ibadah Anak- Remaja BDA 2026, dapat mengunduhnya pada tautan berikut:

https://www.alkitab.or.id/layanan/unduhan

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia