Dalam kisah Mahabarata ada satu tokoh yang dikenal karena janjinya yang tidak terpatahkan. Dia adalah Bishma, seorang putra mahkota kerajaan Hastinapura. Ketika orang tua perempuan yang akan dinikahi ayahnya masih meragukan janjinya untuk memberikan haknya atas tahta kepada keturunan dari anak perempuannya itu, dihadapannya, Bishma mengebiri dirinya sendiri untuk memastikan tahta akan berada ditangan keturunan perempuan itu. Dan di waktu selanjutnya, ketika kedua anak perempuan itu mati sebelum meninggalkan keturunan dan perempuan itu memintanya untuk menikah dan menghasilkan keturunan, dengan tegas Bishma menolak karena dia telah berjanji untuk tidak pernah menikah dan memiliki keturunan. Dan mengenai janjinya itu dia berkata: bumi boleh kehilangan wanginya, air kehilangan manisnya; matahari boleh kehilangan panasnya dan bulan kehilangan pesonanya, atau bahkan para dewa kehilangan kebenarannya; tetapi Bisma tidak akan mengingkari janjinya.
Tidak ada yang bisa mewakili diri manusia seutuhnya selain integritasnya, dan janji adalah ungkapan paling sempurna dari itu semua. Karena itulah Tuhan sangat menghargai janji, dan bahkan Dia sendiri menjadikan janji sebagai pengikat antara diriNya sendiri dengan umatNya. Tetapi apa yang terjadi dalam ayat yang kita baca ini? Orang Israel berjanji, bahkan dengan janji yang terlihat sangat sungguh-sungguh. Yaitu dengan ritual membelah binatang menjadi dua dan berjalan di tengah-tengahnya di rumah Allah yang suci. Tetapi kemudian dengan sekejap saja mengingkari. Mereka melupakan janji untuk membebaskan para budak mereka dan kembali menangkap para budak yang telah dilepaskan itu. Dan apa yang lebih menyakitkan dari sebuah pengingkaran sebuah janji suci? Tak dapat disalahkan, Tuhan pun marah dan mengancam akan segera menghukum mereka.
Sahabat alkitab, janji adalah integritas diri. Jadi ketika kita berjanji kita harus menepati. Karena dengan tidak menepati janji, kita membuat diri kita hilang, tidak berarti, tidak lagi layak dipandang atau dipertimbangkan atau didengarkan. Dengan kata lain, kita menjadi bukan siapa-siapa lagi, manusia yang tidak dapat dipercaya sama sekali. Jadi sebaiknya memang jangan mudah membuat janji. Tetapi sekali kita sudah berjanji, atau harus berjanji, kita harus siap dengan segala konsekuensi yang mungkin datang untuk menguji dan menunjukkan siapa diri kita yang sejati.
Salam Alkitab Untuk Semua.