Ini adalah kisah perjalanan Paulus kembali ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Setelah Injil yang pernah ditaburkan bagi umat Tuhan di 3 tempat ini, maka Paulus dan barnabas kembali ke tempat dimana mereka pernah dianiaya oleh para pemimpin di kota-kota itu. Keberanian Paulus dan barnabas untuk kembali adalah dengan alasan untuk memberikan dukungan dan penguatan bagi murid-murid mereka dan umat Tuhan yang ada di sana. Mereka memberikan nasihat agar tetap bertekun di dalam iman meskipun di dalam penderitaan.
Paulus dan Barnabas sebagai pemberita Injil menjalankan pelayanan pemberitaan tanpa merasa gentar meskipun harus berhadapan dengan keadaan sulit dan penderitaan / penganiayaan. Mereka bahkan tidak meningglkan murid-muridnya tetapi terus saling menguatkan meskipun di dalam tekanan. Penulis kisah rasul ingin menekankan bahwa tidak ada yang dapat menghalangi penyebarluasan Injil Yesus Kristus ke seluruh dunia. dan itu terbukti bagaimana Paulus percaya dan tak gentar meskipun harus berhadapan dengan penganiayaan.
Situasi seperti inipun kita pernah rasakan, ketika kita ada dalam kesulitan kita membutuhkan orang lain untuk saling menguatkan. Sehingga meskipun berhadapan dengan keadaan dan masalah hidup, kita tetap kuat. Iman kita terus bertumbuh pada Tuhan Sang Pencipta. Bahkan dalam pekerjaan pelayanan LAI, kita butuh saling menguatkan baik secara internal tapi juga eksternal. Ada orang-orang luar biasa di sekitar kita yang selalu mendukung kita. sehingga meskipun dilema LAI saat ini begitu mengguncang batin kita, namun kita percaya tidak ada yang dapat menghalangi penyebarluasan Injil Yesus Kristus pekerjaan LAI. Ini adalah sebuah pekerjaan besar yang Tuhan titipkan atas kita, percayalah bahwa Roh Kudus sementara ini sedang menyapa jemaat, para pimpinan gereja, pemimpin bangsa ini bahkan seluruh mitra kita untuk menopang pelayanan LAI. Tuhan yang membentuk kita, maka Tuhan pulalah yang akan mengokohkan dan menguatkan LAI. Tuhan memberkati.
Salam Alkitab Untuk Semua