“Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya” adalah sebuah peribahasa yang lazim kita dengar. Sifat seorang anak tidak jauh berbeda dengan ayah atau ibunya. Demikian arti peribahasa itu. Ungkapan ini menandakan bahwa hal yang menurun dari leluhurnya pasti akan ada kemiripan dengan orangtuanya. Seorang anak yang tumbuh di lingkungan yang keras, pasti ketika dewasa akan bertabiat keras dan sulit diatur. Sebaliknya, seorang anak yang tumbuh di lingkungan yang lembut pasti setelah dewasa lebih tahu berbuat kebaikan.
Di masa-masa ini, sering sekali kita bertemu dengan anak-anak muda yang tidak tahu sopan santun, tidak menghargai orang yang lebih tua, berlaku seenaknya terhadap orang lain atau bahkan suka berkata kasar. Tentu hal ini tidak bisa dipisahkan dari hasil didikan yang diterimanya di rumah. Bukan bermaksud menyalahkan orang tua yang salah mendidik anak, tapi bahkan Salomo juga mengatakan bahwa seorang anak harus mendengarkan didikan seorang ayah agar beroleh hikmat. Itu artinya, seorang anak akan memiliki sifat yang baik ketika orang tua mengajarkan hal yang sama kepadanya. Anak yang memiliki sifat yang buruk, bisa saja karena kurang diperhatikan oleh orang tua.
Bacaan alkitab saat ini lebih khusus ditujukan kepada anak-anak agar memperhatikan didikan seorang ayah,sehingga beroleh pengertian, dan memperhatikan petunjuk-petunjuk yang diberikan untuk mencari hikmat. Dengan memegang petunjuk-petunjuk ayahnya, maka hidup seorang anak akan bahagia. Namun perlu juga digaris bawahi bahwa yang dimaksud disini adalah petunjuk dari seorang ayah yang bijak, yang punya hikmat dan diberkati Tuhan, bukan dari seorang ayah yang bebal, suka melakukan kejahatan dan merugikan orang lain.
Manusia seringkali terjebak dalam perasaan bahwa semakin tua umurnya, maka semakin dia harus didengarkan ataupun dihormati, padahal belum tentu apa yang dilakukannya benar. Sebagai orang dewasa, sudah selayaknya memberikan contoh yang baik melalui tingkah laku kepada anak-anak kita, juga kepada mereka yang lebih muda yang menjadikan kita sebagai panutan. Mereka yang menjadi dewasa dengan hikmat yang berasal dari pada Tuhan akan memperoleh mahkota sebagai ahli waris kerajaan sorga.
Sahabat Alkitab, kita masing-masing adalah kitab yang terbuka, yang dibaca oleh setiap orang dan menjadi jembatan kasih karunia Tuhan Yesus terhadap orang-orang di sekitar kita. Terapkan hikmat yang dari pada Tuhan dalam segala hal yang kita lakukan agar menjadi contoh nyata bahwa Tuhan hadir melalui kehidupan kita dan memberi hikmat kepada setiap orang yang setia kepadaNya.
Salam Alkitab Untuk Semua