Kebohongan Yang Menjadi Kenyataan (?)

Renungan Harian | 20 Juni 2022

Kebohongan Yang Menjadi Kenyataan (?)

Manusia cenderung sangat mudah mengumbar janji dan mengeluarkan kata-kata manis tanpa tahu pasti apakah ia mampu untuk memenuhinya atau tidak. Bahkan, bagi sebagian orang yang terlalu sering melakukan hal tersebut akan membentuk sebuah kebiasaan buruk, yakni membentuk kebohongan. Hal yang semakin berbahaya adalah ketika kebohongan itu digaungkan secara terus-menerus karena akan memberikan beberapa dampak, entah kepada si pelaku maupun kepada si korban. Si pelaku yang terbiasa berbohong akan mengalami degradasi moralitas tentang nilai kejujuran hingga mengalami banal terhadapnya. Kemudian, si korban yang terus-menerus menerima kebohongan sangat besar kemungkinan akan termanipulasi olehnya hingga menerima kebohongan tersebut sebagai sebuah kebenaran. Secara teoritis pun dikenal konsep ‘mandela effect’, yakni sebuah fenomena dimana hal salah dianggap sebagai kebenaran. Bukankah hal ini adalah sebuah kengerian, apalagi ketika terjadi dalam lingkup beriman?

 

Secara umum kita dapat melihat kinerja Yeremia yang sedang melawan kebohongan dan mencegah terciptanya ‘mandela effect’ di tengah rakyat Yehuda yang sedang mengalami penjajahan dari bangsa Babel. Pada saat itu, nabi Hananya sedang membangun sebuah kebohongan dan menciptakan harapan semu bagi seluruh rakyat. Yeremia bersikap begitu keras terhadap tindakan Hananya tersebut karena nubuatan pembebasan yang disampaikan hanyalah obat bius yang menciptakan harapan semu bagi seluruh rakyat. Selain itu, tindakan Hananya juga memiliki kuasa yang sangat buruk dan akan mengganggu rangkaian aksi kenabian Yeremia yang diutus TUHAN. Apabila berita pembebasan dari Hananya sudah berubah menjadi ‘mandela effect’ di tengah rakyat Yehuda atau diterima sebagai berita kebenaran, maka sangat besar kemungkinan mereka akan melupakan kritik-kritik kenabian dari Yeremia. Padahal, seperti yang sudah kita lihat beberapa hari terakhir bahwa setiap perkataan TUHAN melalui Yeremia adalah kebenaran sejati yang mendidik mereka untuk mengalami transformasi iman dan kehidupan di dalam TUHAN.

 

Sahabat Alkitab, pembacaan Alkitab hari ini pun mengajak kita untuk tidak terlena pada segala berita-berita palsu yang justru akan menjauhkan kita dari kebenaran firman TUHAN. Segala teguran yang muncul di dalam hati yang berlandaskan firman TUHAN merupakan pembentukan moralitas dan transformasi di dalam TUHAN, Sang Kebenaran. Oleh sebab itu, kita tidak dapat menutup diri dari segala kegelisahan akibat dosa atau kesalahan yang kita lakukan agar tidak terjerembap dalam kondisi banal terhadap kejahatan. Selain itu, kita juga diutus untuk menjadi pemegang teguh nilai-nilai kebenaran dan tidak membiarkan begitu saja kebohongan menjadi kenyataan.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA

Butuh Bantuan? Chat ALIN


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia