Keadilan dan Belarasa sebagai Wujud Hikmat

Renungan Harian | 13 Mar 2026

Keadilan dan Belarasa sebagai Wujud Hikmat

Menjadi pribadi yang berhikmat sesungguhnya tidak pernah berbicara tentang diri sendiri yang terlepas dari keadaan dunia di sekitarnya. Alkitab, secara khusus Kitab Amsal selalu meletakkan proses penemuan dan pencarian hikmat seseorang dalam kaitannya dengan situasi dunia yang mengitarinya. Hikmat memang menuntun pada kesalehan hidup, tetapi kesalehan yang dibentuk sang hikmat adalah sesuatu yang holistik. Ia selalu terkait dengan relasi antara manusia dengan sesamanya, bahkan manusia dengan ciptaan lainnya. Dengan kata lain kesalehan yang dibentuk hikmat adalah sikap dan tanggapan hati yang resah bahkan di tengah ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita. 


Amsal 22:17-29 kembali meletakkan pengajaran hikmat dalam bentuk pengajaran orang pertama. Mereka ditempatkan sebagai pengajaran orang-orang bijak. Mereka berharap bahwa pengajaran tersebut yang diolah dengan sungguh akan membentuk laku tetapi sekaligus mengubah spiritualitas seseorang yang terarah kepada hikmat. Tuntunan orang-orang bijak tersebut dimuat dalam beberapa pokok percakapan yang kemudian dijelaskan dalam ayat 22 dan seterusnya. Namun menarik untuk melihat satu tema yang mencuat yakni di ayat 22 dan 23. 


Rupanya kebijaksanaan seseorang juga terkait dengan perlakuannya kepada orang lain. Tradisi Israel selalu memiliki kepekaan tersendiri kepada mereka yang tertindas dan diperlakukan tidak adil. Pilihan bersikap tersebut sangatlah dipengaruhi akan memori bersama mengenai penindasan dan perbudakan yang pernah dialami bangsa Israel. Pesan akan keadilan dan belarasa terhadap mereka yang tertindas juga muncul sebagai nasihat dari sang hikmat. Dalam ayat 22 dikatakan, “janganlah merampasi orang lemah karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang miskin di pintu gerbang.” Dua subjek yang menjadi pokok perenungan adalah mereka yang lemah dan miskin. Mereka mewakili golongan masyarakat pada masa itu yang seringkali kasat mata oleh penguasa dan menjadi korban penindasan sesamanya. Justru dalam nasihat kebijaksanaan, orang-orang itulah yang seharusnya mendapat perhatian serius dengan tidak berpartisipasi dalam penindasan yang dilakukan oleh orang-orang lain. Bahkan Tuhan juga berpihak kepada mereka yang tertindas itu. 


Sahabat Alkitab, di tengah dunia yang mengagungkan pembangunan di atas segala sesuatu, kita melihat banyak orang yang menjadi korban atas semangat tersebut. Mereka yang luput dari perhatian penguasa, dirampas tanah atau milik berharganya,  dan menjalani hidupnya dalam derita serta penindasan tiada henti. Orang-orang yang berhikmat diundang untuk mewujudnyatakan keadilan serta bela rasa terhadap mereka yang tertindas. Disanalah terletak kebijaksanaan yang sesungguhnya. Saat hikmat tidak hanya bicara tentang kesejahteraan pribadi melainkan juga perwujudan kesejahteraan bersama. 

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia