Kalau kita melihat sebuah film, biasanya para tokoh utama atau mereka yang menjadi pahlawan dalam cerita tersebut akan digambarkan sebagai seseorang yang memiliki perawakan rupawan, gagah, dan begitu sempurna. Sama sekali tidak pernah terbayangkan tokoh yang berkebalikan 180 derajat yang menjadi tokoh utama cerita. Mungkin pada mulanya penyelamat yang dibayangkan oleh orang-orang Yehuda yang ada di pembuangan, namun ternyata apa yang menjadi kehendak Allah berbeda dengan bayangan manusia. Ia pasti punya maksud dari segala tindakan-Nya.
Maka dari itu saat Yesaya bernubuat, sama sekali tidak terbersit bahwa sang hamba Tuhan ternyata harus dihina dan disiksa. Bahkan sang hamba Tuhan digambarkan sebagai sosok yang buruk rupanya. Sebuah penggambaran pembebas yang jauh dari gambaran soal pahlawan yang akan membebaskan suatu negara. Meskipun demikian raja-raja banyak bangsa dibuat tertegun melalui peristiwa tersebut. Bukan hanya karena sosok pembebas itu melainkan karena Allah yang hadir dan berkarya dibalik itu semua. Hal tersebut menegaskan bahwa karya Allah seringkali memang tidak dapat kita duga sama sekali.
Sahabat Alkitab, pada hari ini kita belajar mengenai keluasan karya Allah yang sama sekali jauh dari bayangan kita. Maka berilah ruang yang seluas-luasnya di hati kita untuk dapat mengenali karya-karya-Nya. Hiduplah dalam pengharapan senantiasa karena Allah adalah Allah yang setia dan hadir untuk memimpin kita senantiasa.
























