Setiap insan lahir dengan tanggung jawab yang melekat kepadanya. Entah itu sebagai seorang ibu rumah tangga, karyawan, pengusaha, maupun pelajar. Dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab tersebut seringkali kita merasa tidak mampu dan kewalahan. Namun di titik itulah seharusnya iman kita bertumbuh kepada Allah. Mencoba untuk mengerjakan setiap tanggung jawab berlandaskan kasih serta pertolongan-Nya.
Yeremia berasal dari kota Anatot sekitar 5 km di utara Yerusalem dan lahir dari keluarga imam. Ia dipanggil menjadi nabi pada tahun ke-13 pemerintahan Raja Yosia ketika ia masih sangat muda. Maka dari itu ketika Allah memanggilnya, Yeremia merasa tidak mampu karena ia masih muda dan tidak pandai berbicara. Namun Tuhan sendirilah yang memampukannya. Menguduskan diri-Nya dengan tindakan pengudusan mulut Yeremia sehingga apa yang Yeremia katakan kelak adalah apa yang Allah katakan. Selain itu Allah juga menegaskan bahwa Allah yang membentuk serta menciptakan Yeremia, sehingga Allah jauh lebih mengenal Yeremia. Allah yakin bahwa Yeremia dapat menjalankan tugas serta tanggung jawab sebagai nabi. Rupanya berita yang hendak disampaikan Yeremia memang bukan berita yang mudah untuk disampaikan. Ia harus menyampaikan kepada seluruh penduduk Israel bahwa malapetaka akan menghampiri mereka. Hal tersebut terjadi karena konsekuensi dari perbuatan Yehuda yang jauh dari kehendak Allah. Bayangkanlah berita tersebut harus disampaikan Yeremia di tengah kondisi Yehuda yang memang tengah di ujung tanduk.
Beratnya tanggung jawab Yeremia sungguh disadari oleh Allah. Maka dari itu Ia tidak pernah sekalipun meninggalkan Yeremia sendirian dalam menjalankan tugasnya. Asalkan Yeremia tetap berjalan pada jalan yang dikehendaki-Nya dan menaati firman Tuhan senantiasa. Demikianlah kita saat ini, seberat apapun tugas serta tanggung jawab kita, asalkan dikerjakan selaras dengan kehendak-Nya maka Allah akan selalu menolong kita. Maka kerjakanlah dengan segera apa yang menjadi tanggung jawab kita dan jangan menundanya. Lawanlah rasa rendah diri yang seringkali menyelimuti karena Allah mempercayai kita dengan sepenuhnya.
























