YEREMIA 4:1-4
Dikhinati dalam sebuah hubungan atau relasi adalah realitas kehidupan yang begitu menyakitkan. Ironi yang seringkali terjadi adalah kita tahu betapa menyakitkannya dikhianati, tetapi pada kesempatan yang lain kita justru mengkhianati orang lain. Sayangnya hal tersebut juga seringkali terjadi pada relasi kita dengan Allah, sebagaimana diingatkan kembali dalam relasi Allah dengan Bangsa Israel.
Perikop kita kali ini dibuka dengan sangat keras, “...Engkau telah berzina dengan banyak kekasih dan mau kembali kepada-Ku?” Zina adalah perbuatan terlarang yang telah termaktub dengan jelas dalam sepuluh perintah-Nya. Di dalamnya ada pelanggaran kepercayaan dan pengkhianatan antar pasangan yang telah mengikatkan diri. Kini perbuatan zina itu dipakai untuk menjelaskan ketidaksetiaan Israel yang berpaling dari Allah dan menyembah ilah-ilah lain. Seringkali mereka mengkhianati Allah karena merasa Ia tidak cukup berkuasa membebaskan Israel, situasi ini terjadi baik itu di Israel maupun Yehuda. Bahkan Yehuda menolak untuk belajar dari apa yang terjadi pada Israel dan melakukan hal yang serupa.
Namun menariknya di tengah segala kejahatan yang dilakukan oleh Israel, Allah tetap membuka ruang pengampunan bahkan menyerukannya dengan sepenuh hati sebagaimana tampak pada ayat 12. Allah menjanjikan pemulihan dan penyertaan-Nya melalui kepemimpinan orang yang dipilih-Nya, jika Israel mau berbalik dengan sepenuh hati. Kini Allah menginginkan tanda yang lebih utuh dan menyeluruh, tidak sekedar sunat lahiriah melainkan hati yang disunat bagi Allah. Kekudusan yang dipersembahkan seutuhnya hanya bagi Allah. Dengan demikian murka Allah berlalu atas Israel.
Satu hal yang kita pelajari dari perikop kali ini adalah pengampunan Allah yang jauh melampaui murka-Nya yang menyala. Semuanya itu terjadi asalkan kita betul-betul membuka hati pada-Nya dan bertobat dengan sepenuh hati. Seringkali kita mengelak dan membenarkan diri atas dosa yang kita perbuat. Padahal yang diinginkan-Nya adalah hati yang terarah pada-Nya dan tidak lagi mengingkari ketetapan-Nya. Marilah bertobat dan berbalik kepada Allah dengan sepenuh hati.
























