Setiap orang tentu ingin merasakan kenyamanan dalam kehidupannya. Paling tidak inilah salah satu faktor manusia bekerja agar ia dapat memiliki modal untuk memenuhi beberapan kebutuhan dengan harapan dapat meningkatkan kenyamanan hidupnya. Meski demikian, tetap ada kecenderungan dari manusia untuk menyia-nyiakan kondisi hidup yang sudah ia miliki dengan segala pertimbangan dan alasannya masing-masing, entah akibat membandingkan kondisi hidupnya dengan pihak lain maupun melupakan pengalaman sebelum ia mendapatkan hal tersebut.
Menyia-nyiakan apa yang ada pada diri kita juga dapat terjadi dalam kehidupan beriman. Itulah sebabnya, di dalam perkataan tentang janji pemulihan dan penyelamatan yang akan TUHAN lakukan terhadap umat Israel, TUHAN memberikan teguran bagi tindakan menyia-nyiakan yang pernah dan mungkin saja, dapat kembali dilakukan. Hal ini menjadi penting untuk didengar oleh seluruh umat agar mereka memahami potensi perilaku destruktif yang ada pada diri manusia dan menyadari betapa pentingnya menyadari serta menjaga hidup di dalam TUHAN.
Sahabat Alkitab, hidup beriman kepada TUHAN memang tidak berarti tanpa masalah, selalu hidup tenang tanpa ada pergumulan, bahkan kesedihan. Menyerahkan diri dan bersedia hidup dengan penyertaan serta penggembalaan dari TUHAN bukan berarti membawa kita seolah memiliki hidup yang tak pernah mengalami kegagalan, tanpa pergumulan, selalu menjadi pemenang dalam setiap kompetisi maupun berhasil sesuai dengan apa pun yang kita inginkan. Tidak jarang kita harus kecewa ketika gagal dalam kondisi hidup yang ternyata tidak berjalan sesuai dengan kehendak, berduka di tengah luka-luka kehidupan yang terjadi maupun menghadapi kesedihan atas pergumulan. Meski demikian, itu semua tidak menghancurkan janji penyertaan maupun mengurangi kualitas penggembalaan dari TUHAN. Justru, di tengah situasi-kondisi hidup yang seperti itulah kita akan semakin merasakan besarnya dampak damai sejahtera dari pimpinan Sang Gembala sejati dan akan semakin menyadari betapa kita membutuhkan bimbingan dari-Nya. Oleh sebab itu, jangan biarkan diri kita terhanyut dalam kesenangan sesaat maupun kesedihan dalam akibat gumul kehidupan hingga tanpa sadar merusak penggembalaan yang sedang TUHAN berikan bagi kita.