Kondisi yang tidak mengenakan itu pun harus terjadi. Paulus beserta rombongan lain yang ada dalam pelayaran menuju Italia harus siap menghadapi kemungkinan bahwa mereka akan kehilangan nyawa di tengah gelombang lautan yang menghantam kapal mereka secara keras. Di tengah situasi yang mulai kehilangan harapan itulah Paulus tampil untuk menyuarakan kembali pemikiran dan pesan penguatan yang bersumber dari TUHAN. Ia mulai dengan mengingatkan mereka atas pertimbangannya semula yang semestinya mereka perhatikan, kemudian Paulus melanjutkannya dengan memberikan penguatan kepada semua orang agar terus berjuang dan tidak menyerah menghadapi badai yang menerjang. Paulus meyakinkan semua orang bahwa hal tersebut adalah jaminan dari TUHAN sehingga tidak semestinya mereka membiarkan diri untuk pasrah menghadapi kondisi saat itu. Ia juga membagikan tujuan besar yang sedang TUHAN persiapkan untuknya yang tidak akan mungkin digagalkan oleh badai yang saat itu menerjang. Meski pun tujuan tersebut adalah pengadilan di Roma, namun Paulus mengimani bahwa semua tujuan dari TUHAN tidak akan gagal Itulah mengapa, Paulus dengan sangat lugas berkata bahwa mereka semua akan selamat dari badai tersebut. Hal yang perlu dilakukan adalah berjuang dengan mengupayakan kapal dapat terdampar di salah satu pulau. Mereka tidak lagi dapat memaksakan kehendak seperti yang sebelumnya mereka lakukan terhadap Paulus, melainkan mereka hanya dapat mengikuti proses yang sedang terjadi.
Sahabat Alkitab, kisah ini memberikan kita sebuah nilai permenungan mengenai perjuangan diri dalam menjalani proses yang tidak jarang memaksa kita untuk tidak lagi memaksakan kehendak sendiri. Jalan hidup Paulus telah menunjukkan bahwa tujuan TUHAN selalu lebih besar yang tidak dapat digagalkan oleh situasi-kondisi apa pun, termasuk oleh agenda pribadi maupun interupsi yang hadir dari luar. Kita hanya perlu mengikuti alur proses pembentukan TUHAN, menjalani lajur dengan laju bimbingan TUHAN. Bahkan, tidak jarang perjalanan mencapai tujuan TUHAN juga menghadirkan berkat bagi orang lain yang kita jumpai di sepanjang proses tersebut, sama seperti perjalanan hidup Paulus yang ternyata menghadirkan keselamatan bagi orang lain di atas kapal itu. Prosesnya mungkin tidak menyenangkan dan membutuhkan banyak pengorbanan diri, namun ingatlah bahwa jalan itu penuh berkat.