Bagi setiap mereka yang berstatus sebagai pengikut Kristus sejak kecil cenderung tidak asing lagi dengan tradisi pengajaran iman yang didapatkan sejak masa kanak-kanak, misalnya pengajaran di sekolah minggu. Bahkan, tidak sedikit para orang tua yang memang secara serius memperhatikan pertumbuhan iman anaknya melalui cerita-cerita dan para tokoh Alkitab. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak mengalami pendidikan dan pembentukan iman sejak mereka kecil. Tentu saja, hal ini merupakan praktik iman yang baik dan perlu terus-menerus dilakukan di segala generasi dan zaman.
Perintah Tuhan yang muncul pada perikop ini telah menunjukkan bahwa tradisi pengajaran firman Tuhan merupakan sesuatu yang memang sudah mengakar dalam hidup umat-Nya sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini bahkan sudah terekam secara eksplisit melalui catatan nabi Yeremia yang merupakan perintah langsung dari Tuhan. Yeremia mendapatkan mandat untuk membuat catatan yang terstruktur dan terencana mengenai seluruh perkataan Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan memang ingin mendidik umat-Nya untuk tidak tidak lepas dari akar pengalaman iman, sehingga para generasi mendatang tetap dapat mengalami pembelajaran dan pendidikan iman melalui catatan tersebut.
Secara lebih nyata, kita pun patut bersyukur atas kehadiran Alkitab yang masih dapat kita akses di masa sekarang. Kita perlu menyadari bahwa Alkitab merupakan catatan perkataan Tuhan dan berisikan kesaksian para umat-Nya di masa yang lalu yang sangat berguna untuk pengenalan yang intim dengan Tuhan serta pembentukan iman yang kokoh kepada-Nya. Artinya, bukankah sebuah kekonyolan jikalau umat Tuhan justru menyia-nyiakan catatan perkataan Tuhan tersebut?
Firman Tuhan yang kita baca pada hari ini tidaklah berhenti bagi umat Tuhan di era pembuangan ribuan tahun yang lalu, melainkan tetap berperan sebagai bahan permenungan, pengenalan relasi dan pembentukan iman yang efektif bagi seluruh umat di berbagai zaman. Itulah mengapa kita selalu perlu mengupayakan pembentukan iman yang berkesinambungan, mulai sedini mungkin dan tidak terhenti selama kehidupan kita tetap berlangsung.