Dia yang Menamai Bintang, Mengenal Nama Anda

Renungan Harian | 25 Jan 2026

Dia yang Menamai Bintang, Mengenal Nama Anda

Di dunia yang bergerak cepat dan segala sesuatu diukur dengan angka, manusia sering merasa larut dalam keramaian yang impersonal. Kita dihitung sebagai data, dinilai sebagai statistik, dan dikenang sejauh fungsi kita masih dibutuhkan. Di tengah pengalaman menjadi “tak bernama” inilah Mazmur 147 mengundang umat beriman untuk memuji Tuhan, bukan karena hidup selalu baik, tetapi karena ada Allah yang tidak kehilangan siapa pun dalam keramaian ciptaan-Nya. Haleluya, kata pemazmur, sebab memuji Tuhan itu baik, menyenangkan, dan layak, terutama ketika dunia gagal memberi makna pada kehidupan.

 

Mazmur ini menghadirkan Allah sebagai yang transenden (Maha Mulia/Melampaui) sekaligus imanen (Maha Dekat/Hadir). Ia menghitung jumlah bintang dan menamai mereka satu per satu, sebuah gambaran kekuasaan kosmik yang melampaui imajinasi manusia. Tidak ada yang terlalu besar hingga luput dari perhatian-Nya. Namun pada saat yang sama, ayat 3 berkata bahwa Ia menyembuhkan yang patah hati dan membalut luka-luka mereka. Tangan yang membentangkan galaksi adalah tangan yang sama, yang dekat dan memulihkan dengan lembut. Kemuliaan-Nya tidak membuat-Nya jauh; justru keagungan-Nya memungkinkan kehadiran yang begitu dekat.

 

Dalam Alkitab, “mengenal nama” berarti mengenal seseorang secara utuh: identitas, kisah, luka, dan harapannya. Maka ketika kita mengatakan bahwa Tuhan mengenal nama kita, itu berarti tidak ada permasalahan yang terlalu sepele,tidak ada kesedihan yang tersembunyi dari-Nya, dan tidak ada doa yang terlalu samar bagi-Nya. Di hadapan Allah yang besar kuasanya dan tak terhitung pengertiannya (ay. 5), kita tidak direduksi menjadi angka. Kuasa-Nya bukan hanya untuk menopang kosmos, tetapi untuk membangun kembali kehidupan yang runtuh dari dalam.

 

Mazmur 147 ditutup dengan sebuah perenungan yang jujur: Tuhan menegakkan orang yang rendah hati, tetapi merendahkan orang fasik (ay. 6). Barangkali pertanyaan terdalam dari mazmur ini bukanlah seberapa kuat iman kita, melainkan seberapa rendah hati kita mengakui kebutuhan akan pemulihan. Apakah kita bersedia dikenali sepenuhnya, dengan segala patah hati dan keterbatasan kita, oleh Dia yang menamai bintang? Sebab hanya mereka yang berani mengakui kerapuhannya di hadapan Allah yang Mahabesar, yang akan menemukan bahwa mereka tidak pernah terlupakan.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia