Jangan Berharap pada Debu!

Renungan Harian | 24 Jan 2026

Jangan Berharap pada Debu!

Kelelahan politik (political fatigue) yang melanda banyak orang di Indonesia hari ini bukan sekadar kejenuhan terhadap berita atau tokoh publik, melainkan kelelahan jiwa akibat harapan yang berulang kali dikhianati. Janji perubahan terasa rapuh, sistem yang mengecewakan, dan sebagian orang memilih menarik diri, entah dengan sikap apatis, seperti ‘kabur aja dulu’ ke luar negeri, atau pergumulan kesehatan mental yang terabaikan. Dalam suasana inilah Mazmur 146 berbicara dengan jujur dan lantang, “Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.” (ay. 3).

 

Pemazmur membongkar ilusi “bangsawan”, bukan hanya penguasa, tetapi siapa pun atau apa pun yang kita anggap mampu menjamin masa depan. Ia menyebut mereka ben adam atau anak manusia: makhluk fana yang kembali menjadi debu. Selanjutnya, di ayat 4 pemazmur menegaskan bahwa kegagalan manusia bukan selalu karena kejahatan, melainkan karena keterbatasan eksistensial. Ketika nyawa melayang, lenyaplah rencana. Kekecewaan sosial sering muncul karena kita menaruh harapan yang tinggi seakan ‘bersifat ilahi’ kepada manusia yang pada hakikatnya rapuh.

 

Sebaliknya, pemazmur menyebut “berbahagialah” (ashre) orang yang berharap kepada Tuhan, Allah Yakub (ay. 5). Kebahagiaan di sini bukan perasaan senang, melainkan kondisi hidup yang kokoh, karena bersandar pada Allah yang setia dalam relasi perjanjian. Di tengah sistem yang goyah dan masa depan yang tak pasti, keamanan sejati bukan terletak pada stabilitas politik atau privilese tertentu, melainkan pada siapa yang menjadi sumber pertolongan kita saat dunia terasa runtuh.

 

Mazmur ini ditutup dengan kontras tegas, yaitu tentang manusia yang kembali ke tanah, tetapi Tuhan menciptakan tanah dan memerintah untuk selama-lamanya (ay. 6–10). Dengan demikian jelaslah bahwa Allah berpihak pada yang lapar, tertindas, asing, yatim, dan janda, mereka yang sering terabaikan oleh sistem.

 

Sahabat Alkitab, berharap kepada Tuhan bukan berarti pasif, melainkan dipanggil untuk menghadirkan nilai Kerajaan Allah secara nyata. Kekecewaan adalah tanda bahwa sandaran kita perlu dipindahkan: dari manusia yang fana kepada Allah yang setia, dari keputusasaan menuju tindakan kasih yang konkret.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia