Melangkah di tengah kesia-siaan?

Renungan Harian | 19 Apr 2026

Melangkah di tengah kesia-siaan?

Dalam masyarakat/kebudayaan lampau yang menjadi konteks lahirnya kitab Pengkhotbah, kebijaksanaan kehidupan diperoleh di tengah interaksi di masyarakat. Hikmat dituturkan secara lisan dan diajarkan secara turun-temurun. Pada akhir kitab pengkhotbah kita melihat dengan kuat nuansa ini. Pada ayat 10 dijelaskan bahwa tugas seorang bijak (pengkhotbah) adalah memberi amsal yang menyenangkan dan menghibur orang lain, Ia dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menemukan dan menuliskan “kata-kata yang benar” yang dapat dipercaya. Bagi kita sekarang “kata-kata yang benar agak susah disandingkan dengan ‘kata-kata yang menyenangkan”. Kalau kita mau menyenangkan orang, biasanya kita tidak menyebutnya kebenaran. Mungkin dalam situasi sebaliknya saat kita mengalami pembelaan dari orang lain, barulah kata-kata yang benar sekaligus kata-kata yang menyenangkan.

 

Kata-kata orang berhikmat adalah kata-kata yang dapat dipegang teguh dan mendorong manusia untuk mengatur hidup mereka dengan tindakan-tindakan benar. Seringkali kita merasa jika kita sudah melakukan A, B, dan C, maka kita sudah “sampai” pada berkat atau perkenanan Tuhan. Pengkhotbah 12:12 mengingatkan, “Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya.” Ini adalah sinyal filosofis bahwa pencarian hikmat tidak pernah berhenti pada satu titik intelektual atau rumus tertentu. Hikmat adalah proses berjalan bersama Allah, bukan menguasai rahasia-Nya.

 

Ayat 11 menyebut kata-kata hikmat seperti kendali/golek (tongkat penggiring ternak) dan paku yang tertancap. Kendali digunakan saat kita sedang berjalan agar tidak menyimpang. Paku memberikan stabilitas agar kita tidak jatuh saat melangkah. Keduanya adalah alat untuk sebuah perjalanan, bukan hiasan di garis finish. Kesimpulan akhir sang pengkhotbah adalah “Takutlah akan Allah dan peliharalah perintah-perintah-Nya.” Penanda sikap hati yang terus-menerus dibawa dalam setiap keputusan yang diambil oleh seseorang, baik itu dalam karier, keluarga, dan pergumulan sehari-hari.

 

Sahabat Alkitab, tidak terasa perjalanan kita menelusuri kitab Pengkhotbah telah berakhir. Lewat penelusuran tersebut kita belajar untuk benar-benar tunduk pada jalan sang hikmat. Meskipun terkadang kebijaksanaan dari Tuhan begitu mengusik kenyamanan hati, tetapi justru dari sanalah datangnya kebenaran dan kebijaksanaan kehidupan. Kita hidup dalam era dimana batas antara kepalsuan dan kebenaran begitu tipis. Semua pernyataan bisa menjadi benar tergantung seberapa banyak orang yang mengusungnya serta menganggapnya “kebenaran”. Maka perkataan hikmat Sang Pengkhotbah membantu kita untuk menjernihkan rasa dan raga, mengolah pikiran yang penuh dengan berbagai informasi. Sehingga diri kita hanya terarah pada hikmat Tuhan, Sang Pemelihara kehidupan. 

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia