Ketika Si Muda Merayakan Kefanaan

Renungan Harian | 18 Apr 2026

Ketika Si Muda Merayakan Kefanaan

Pengkhotbah 12:1-8 


Dunia sering mengajak kita menjauh dari pikiran tentang kematian, seolah-olah dengan melupakannya kita bisa hidup lebih tenang. Namun Pengkhotbah justru mengajak kita menoleh ke arah yang sebaliknya: mengingat bahwa hidup ini terbatas, agar kita sungguh-sungguh menjalaninya. Bayangkan seorang muda yang berdansa di bawah terik matahari, bukan karena ia merasa waktu tak akan habis, melainkan karena ia tahu terang itu suatu saat akan meredup. Ia tidak sedang menyia-nyiakan waktu, tetapi merayakan setiap detiknya dengan kesadaran penuh. Di sanalah kita menemukan sebuah paradoks iman: kita baru belajar merayakan hidup dengan utuh ketika berani menatap wajah kefanaan.

 

Pesan yang disampaikan pengkhotbah pada perikop kali ini bukan bertujuan untuk memadamkan sukacita itu. Ia justru berkata, “Bersukarialah!”, sebuah pengakuan bahwa masa muda adalah karunia yang singkat, seperti hebel, uap atau kesia-siaan, yang sebentar tampak lalu lenyap. Namun sukacita itu tidak berjalan tanpa arah. Kesadaran bahwa hidup berada dalam terang Allah membuat setiap pilihan sangat bernilai. Karena itu, mengingat Sang Pencipta sejak masa muda bukanlah beban yang menahan kebahagiaan, tetapi sumber yang memberi arah dan makna. Sukacita yang lahir darinya tidak melukai, melainkan bertumbuh pelan sebagai ungkapan syukur.

 

Dengan bahasa yang puitis, Pengkhotbah melukiskan hari-hari ketika tubuh mulai merapuh, gemetar, membungkuk, rabun, hingga kehidupan terlepas seperti rantai perak yang putus. Gambaran ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menyadarkan bahwa manusia, seindah apa pun, tetap rapuh. Kesadaran ini menolong kita menjalani hidup dengan lebih bijaksana: tidak menyia-nyiakan waktu dan tidak menggantungkan diri pada hal-hal yang sementara.

 

Sahabat Alkitab, Pengkhotbah tidak menakut-nakuti kita dengan kefanaan, melainkan mengajar kita mencintai hidup dengan jujur. Masa muda adalah anugerah yang patut dirayakan, namun bukan untuk melupakan arah dan maknanya. Karena itu, jalanilah hidup dengan sungguh, bersukacitalah dengan tulus, dan biarlah setiap langkah berakar pada Tuhan. Sehingga ketika waktunya tiba, hidup kita tidak berlalu sia-sia, melainkan menjadi kesaksian tentang kasih-Nya yang kekal.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia