Mewartakan Keadilan dan Kebajikan Allah

Renungan Harian | 5 Mei 2026

Mewartakan Keadilan dan Kebajikan Allah

Dalam dunia modern, agama seringkali disingkirkan dalam menciptakan tatanan peradaban dunia yang maju, manusiawi, dan beradab. Manusia hanya butuh akal budinya dalam mengelola masyarakat. Tengoklah negara-negara maju yang tinggi indeks kebahagiaannya, rata-rata dari mereka memiliki tingkat keberagamaan masyarakat yang cukup rendah. Agama tidak lagi ambil peran dalam hidup masyarakat. Sebagai orang-orang yang beragama, patutlah kita bertanya bahwa sebetulnya yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman adalah nilai-nilai agama itu sendiri atau para penganutnya. Masihkah ada sumbangan nilai atau kemajuan yang dapat disumbangkan oleh agama? 

 

Yesaya 3:1-15 memotret sebuah kondisi masyarakat yang tengah mengalami krisis kepemimpinan, kekacauan moral dan sosial. Menariknya situasi ini dimulai ketika Allah mengambil “tongkat dan penopang” dari antara masyarakat Israel. Mereka adalah para pemimpin yang dapat diandalkan yang rupanya telah jatuh ke dalam kesombongan. Maka Allah sendiri yang mendatangkan keadilan bagi mereka. Sehingga beragam kekacauan datang, termasuk kelaparan yang tetap bisa terjadi. Sebuah sindiran Yesaya terhadap Israel yang telah berpaling kepada Baal yang digadang sebagai dewa panen dan kesuburan. Penyembahan mereka kepada Baal rupanya sia-sia. 

 

Masyarakat telah berubah menjadi sangat korup. Bahkan taruna-taruna atau orang muda telah kehilangan idealismenya. Kepemimpinan tidak lagi menawarkan keteraturan karena sang pemimpin nirketeladanan. Akibatnya masyarakat menjadi kacau. Masyarakat menjadi serigala bagi sesamanya. Hubungan persaudaraan tidak lagi berarti. Dalam situasi yang kacau ini maka jalan keluarnya adalah intervensi ilahi. Allah datang sebagai hakim. Ia menghakimi para tua-tua dan pemimpin serta mendakwa mereka yang telah menindas orang miskin. Saat tidak ada lagi keadilan, maka Sang Sumber Keadilan datang untuk menegakkan keadilanNya. 


Intervensi Allah sebagai Sang Hakim Agung sesungguhnya menjadi inspirasi panggilan profetik kita bagi bangsa. Saat negara ini miskin keteladanan dan para pemimpin berbuat sewenang-wenang kepada rakyatnya, maka anak-anak Tuhan dapat menunjukkan bagaimana seharusnya bersikap dan berlaku seturut dengan kebijaksanaan Allah Sang Maha Adil. Peran agama bagi peradaban akan kembali dirasakan saat setiap penganutnya sungguh-sungguh mengamalkan apa yang diajarkan oleh Tuhan Sang Sumber Ketertiban dan Keadilan. Itulah panggilan orang-orang Kristen di sepanjang sejarah.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia