Hidup yang kita jalani di dunia ini penuh dengan tatanan yang seringkali merupakan bentuk dari segala konsekuensi atas apa yang kita lakukan. Maka pelajaran yang kita petik ialah tidak ada satupun makhluk hidup terutama manusia yang terlepas dari konsekuensi atas apa yang dilakukannya.
Sepintas kita mendapati sebuah gambaran yang begitu mencekam saat membaca Yesaya 24:1-13, tetapi setelah memfokuskan pembacaan pada ayat 5-6 maka seolah-olah kita akan mendapatkan secercah penjelasannya. Bumi telah dicemarkan oleh para penduduknya yakni dengan perbuatan melanggar hukum, melangkahi ketetapan, serta mengingkari perjanjian abadi. Dalam Perjanjian Lama, ketiga hal tersebut tidak hanya bicara tentang hukum-hukum dunia melainkan perjanjian dan relasi yang dibangun antara Allah serta umat-Nya. Apakah manusia mau terus menaati Allah yang telah menjalin relasi dengannya.
Sejarah mencatat bahwa kitalah yang seringkali melanggar perjanjian tersebut dengan melakukan segala sesuatu yang bertentangan dengan firman, hukum, serta ketetapan Allah. Kita bertindak semaunya sendiri seolah-olah dunia berjalan tanpa konsekuensi nyata atas tindakan yang kita lakukan.
Sahabat Alkitab marilah kita menjalani hidup dengan bijaksana serta penuh pertimbangan matang atas segala konsekuensi perbuatan kita. Saat hendak melakukan segala sesuatu marilah bertanya apakah hal tersebut mengingkari firman serta ketetapan-Nya atau tidak. Dengan demikian kita memelihara perjanjian serta hidup dalam ketaatan kepada-Nya.
























