Hidup di dalam relasi dengan Allah merupakan kehidupan yang diletakkan seutuhnya pada kasih serta penyertaan Allah, sehingga kita mampu melihat segala sesuatu dalam kacamata penyelenggaraan ilahi. Suka dan duka, tawa maupun tangis, derita dan kebahagiaan selalu mempunyai makna yang utuh dalam kehidupan.
Pada bacaan kita kali ini, Yesaya menegaskan bahwa sekalipun Tuhan menyatakan penghukuman-Nya sesungguhnya hal tersebut tidak pernah berlangsung untuk selama-lamanya. Janji pemulihan Allah tersebut dinyatakan melalui kesuburan yang akan didatangkan Allah pada Libanon. Negeri itu akan berubah menjadi kebun buah-buahan. Mereka yang tuli akan mendengar dan orang yang sengsara akan bersukaria lagi di dalam Tuhan.
Bangsa Israel diajak untuk melihat melampaui apa yang terjadi pada masa kini. Mungkin duka, tantangan dan pergumulan datang silih berganti, tetapi cinta kasih Allah terbentang melampaui apa yang terlihat di depan mata. Apa yang tampak gersang bagi manusia dapat menjadi lahan subur di tangan Allah. Sesuatu yang tampaknya mustahil, merupakan awal dari langkah pemulihan dari Allah. Allah akan memulihkan kondisi Israel. Mulai dari hati yang terarah kepada Tuhan sampai kepada situasi kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.
Sahabat Alkitab, marilah menjalani hidup dengan penuh pengharapan. Mungkin saat ini kita tengah menghadapi berbagai tantangan dan pencobaan, tetapi yakinlah bahwa Tuhan tengah merancang jalan yang indah bagi setiap orang yang berserah dan bergantung kepada-Nya. Maka dari itu tetaplah berjalan dalam terang pengharapan dari Allah. Kehidupan senantiasa berjalan dalam terang rencana-Nya.
























