Mengingat Janji dan Anugerah Allah

Renungan Harian | 3 Jul 2026

Mengingat Janji dan Anugerah Allah

Bagi bangsa Israel, kredo atau pengakuan iman bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan bagi Israel memiliki konsekuensi yang serius dan utuh dalam kehidupan. Pengakuan tersebut bukan hanya sebentuk ritual, melainkan pula kesediaan untuk menempatkan dan melibatkan Allah sebagai satu-satunya penguasa dalam kehidupan. Bukan kehendak seorang manusia yang terjadi dan menjadi pandu, melainkan kehendak Allah semata. 

 

Pasal 44 semacam traktat yang mengingatkan kembali Israel akan perjalanan Allah bersama umat-Nya yang abadi dan tidak berkesudahan. Selayaknya relasi-relasi yang lainnya, relasi Allah dengan umat-Nya juga begitu dinamis. Dimulai dari sapaan yang lembut kepada Israel. Allah bagaikan ibu yang mendekap Israel dalam kandungan. Dengan sapaan yang khas dipanggil-Nya Israel yakni Yesyurun (yang jujur atau yang dikasihi). Setelah itu Allah melanjutkan seruannya dengan mengingatkan Israel bahwa Ia adalah satu-satunya Tuhan. Berhala-berhala yang ada adalah sosok palsu yang dibuat dari benda mati yang sama sekali tidak memancarkan kekudusan. Berhala itu tidak ubahnya barang-barang yang dibuat oleh tukang besi dan tukang kayu (ay. 12). Sindiran terhadap berhala ini sekaligus mengingatkan Israel bahwa Bapa leluhur mereka pernah jatuh terhadap ketidaksetiaan kepada Allah yang ganjarannya telah mereka terima. 

 

Kini Israel diundang untuk bangkit dari keterpurukannya karena Allah adalah Tuhan yang senantiasa memelihara Israel. Ia akan memanggil umat-Nya untuk kembali pulang. Mereka yang terpencar-pencar akan disatukan kembali. Itulah janji pemulihan Allah. Atas dasar itulah Allah mengundang Israel untuk tetap hidup berpengharapan dan fokus terhadap apa yang menjadi ketetapan dan kehendak-Nya. 

 

Semoga perenungan kita kali ini dapat mengingatkan kembali atas kasih setia Allah kepada umat-Nya. Hidup dalam ketetapan Tuhan dan berpegang pada janji-janji-Nya dalam menjalani kehidupan. Seringkali di zaman modern yang begitu cepat ini, kita lupa untuk hidup berpadanan dan fokus terhadap firman-Nya. Teralihkan “berhala-berhala” zaman modern yang memaksa kita tunduk dan terhanyut. Kiranya kita diberikan kekuatan untuk senantiasa mengingat dan bersandar pada anugerah-Nya. Itulah yang menjadi kekuatan untuk mengarungi dunia yang penuh dengan ketidakpastian ini.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia