Ingatan manusia adalah sesuatu yang kuat, jauh melebihi bayangan kita. Dari ingatan tersebut seringkali muncul pengingat dan kekuatan untuk melanjutkan kehidupan berdasarkan sesuatu yang telah terjadi di masa lampau. Salah satunya saat kita mengingat kasih serta kebaikan Tuhan yang pernah memampukan kita untuk melanjutkan kehidupan.
Itulah inti pesan dari Nabi Yesaya yang telah kita baca pada saat ini. Pada ayat 7 kita melihat sang nabi mengingat-ingat belas kasihan Allah bagi umat-Nya di sepanjang sejarah. Perbuatan TUHAN yang mahsyur, kebajikan yang besar, dan dilakukan sesuai kasih setia-Nya yang besar. Itulah yang Tuhan kerjakan kepada umat-Nya. Menegaskan komitmen dari-Nya untuk senantiasa hadir dalam kesesakan umat. Itulah yang terjadi dalam sebagian besar sejarah.
Umat Tuhan akan dapat senantiasa melihat dan merasakan kebaikan Tuhan saat mereka benar-benar berada dalam naungan-Nya. Menyembah Tuhan seumur hidup dan menaati-Nya senantiasa. Sayangnya ada masa-masa tertentu umat-Nya berpaling dari Tuhan dan mendukakan Roh-Nya yang kudus. Seketika itu juga mereka menjadi orang-orang yang tidak dikehendaki-Nya, tetapi saat mereka kembali mengingat dan menceritakan segala kebaikan Tuhan maka hati Tuhan terarah kepada mereka.
Sahabat Alkitab, siapakah kita sehingga Allah begitu mengasihi kita dan hadir di sepanjang sejarah kehidupan kita. Begitulah kasih Allah yang besar yang melingkupi seluruh kehidupan kita. Dalam segala situasi yang terjadi dalam kehidupan kita, marilah mengingat kembali kasih Allah yang besar dan terbentang di sejarah kehidupan kita. Dengan demikian kita akan beroleh kekuatan bahwa tidak pernah sekalipun Allah meninggalkan umat-Nya. Saat itu terjadi marilah mengungkapkan dan menceritakan betapa besar kasih setia Allah kepada orang-orang di sekitar kita.
























